Sebagian besar dari kamu yang membaca artikel ini mungkin akan menganggap bahwa Ekonomi Syariah akan banyak mempelajari perbankan. Kemudian, prospek kerjanya di bank dan mempelajari tentang akad-akad transaksi. You know what? That’s a big false! Makanya kenali lebih dalam yuk supaya kamu mengerti apa itu Jurusan Ekonomi Syariah. Jangan sampai kamu memilih jurusan ini tapi tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Supaya semakin memantapkan kamu untuk memilih jurusan kuliah yang satu ini, yuk simak pembahasan berikut ini.

Apa itu Jurusan Ekonomi Syariah?

Kurang lebih ilmu Ekonomi Syariah sendiri didefinisikan sebagai sebuah ilmu sosial yang mempelajari tentang permasalahan dan perilaku ekonomi dari sudut pandang Islam. Definisi tersebut dikemukakan oleh seorang pemikir ekonomi Islam bernama Yulizar D. Sanrego dalam bukunya Falsafah Ekonomi Islam. Dengan demikian, di dalam Jurusan Ekonomi Syariah, mahasiswanya akan mempelajari teori dan praktik ekonomi yang ada sekarang untuk kemudian ditinjau menurut sudut pandang Islam.

Walau demikian, pada faktanya, banyak dari Jurusan Ekonomi Syariah yang ada di kampus negeri dan swasta memberikan nama  jurusan yang sama ‘Ekonomi Syariah’ tapi tidak memberikan spesifikasi apakah hukum Ekonomi Syariah yang dipelajari ataukah sistem Ekonomi Syariah. Alhasil kalau kamu kurang teliti, ketika harapan kamu belajar tentang bentuk dari Ekonomi Syariah, tapi ketika belajar malah disuguhkan hukum-hukum transaksi keuangan dan jual beli yang tidak ada habisnya. Sehingga kamu merasa kurang puas dan pertanyaan pertama ketika masuk kuliah belum terjawab bahkan sampai kamu sudah mengenakan toga.

Tipsnya jika kamu belajar di sebuah kampus dengan bentuk universitas kamu bisa melihat fakultas mana yang menawarkan Ekonomi Syariah ini. Jika berada di Fakultas Bisnis dan Ekonomi, kamu boleh menduga bahwa ketika kamu belajar nanti akan lebih banyak mempelajari teori dan praktek Ekonomi Syariah. Tapi kalau berada di Fakultas Syariah dan Hukum, yakin deh yang akan kamu pelajari adalah akad-akad, hukum, fiqh dan semua hal yang merupakan bagian dari Ekonomi Syariah.

So, sudah jelas kan bagaimana perbedaan Jurusan Ekonomi Syariah yang ada di berbagai kampus di Indonesia sekarang?

Mata Kuliah di Jurusan Ekonomi Syariah

buku ekonomi islam

Saat ini kamu tentu sedang mempersiapkan diri untuk masuk kuliah. Kalau masuk kuliah nanti kamu harus pandai-pandai membaca mata kuliah apa yang ditawarkan. Jangan lupa untuk mendahulukan mata kuliah-mata kuliah wajib sehingga perjalanan kamu mulus sampai akhir semester saat menyusun skripsi.

Mata kuliah wajib yang harus dipelajari ketika kuliah di antaranya:

  • Pengantar Ekonomi Islam
  • Ekonomi Mikro Islam
  • Ekonomi Makro Islam
  • Ekonometrika
  • Fiqh Muamalah

Setiap kampus memiliki kebijakan masing-masing tentang mata kuliah mana saja yang akan dijadikan mata kuliah wajib. Jadi jangan heran, kalau ada sahabat kamu yang kuliah di kampus yang berbeda tetapi tidak menerima mata kuliah Fiqh Muamalah II misalnya, sebagai mata kuliah wajib di Jurusan Ekonomi Syariah.

Gelar Lulusan Ekonomi Syariah

Sebagai jurusan yang cukup baru, gelar bagi para sarjana Ekonomi Syariah sudah berganti beberapa kali. Ketika awal muncul tahun 2000an gelar yang disandang para sarjana ekonomi Islam adalah S.E.I, tapi ada kebijakan baru dimana gelar sekarang untuk para sarjana Ekonomi Syariah disetarakan dengan ekonomi konvensional yaitu S.E. Bahkan sekarang gelarnya sudah diubah kembali menjadi SE.Sy.

Alumni Jurusan Ekonomi Syariah Kerjanya Apa?

Kalau sudah lulus mau ngapain? Kalau sudah lulus sebenarnya kamu bebas memilih untuk bekerja atau memulai bisnismu sendiri. Jangan salah ya, kami sendiri yang belajar Ekonomi Syariah terkadang tidak dianjurkan untuk bekerja. Kenapa? Karena kamu akan lebih banyak diharapkan untuk menciptakan lapangan pekerjaan daripada menjadi pekerja. Sehingga selama kuliah jangan kaget kalau kamu justru di brainwash untuk menjadi seorang entrepreneur daripada karyawan.

Walau demikian, boleh juga kok kalau kamu memilih untuk menjadi pekerja di suatu lembaga atau perusahaan. Sebab, kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh dia pengusaha atau karyawan, tapi karena ketakwaan.

So, kalau kamu memilih untuk berkarya di suatu lembaga atau perusahaan sebagai karyawan, maka salah satu dari beberapa profesi berikut ini bisa menjadi pilihan:

  • Staf di lembaga keuangan syariah;
  • Tenaga pengajar untuk pelajaran atau mata kuliah yang berkaitan dengan Ekonomi Syariah;
  • Editor buku-buku bertema keuangan atau ekonomi Islam.

Pengalaman Kuliah di Jurusan Ekonomi Syariah

mahasiswa stei tazkia

Sebagai seorang muslim penulis sendiri bersyukur memiliki kesempatan untuk belajar tentang Islam dengan cara yang berbeda. Tidak bisa dipungkiri pandangan mengenai Islam ketika penulis akan masuk kuliah masih sebatas ibadah saja. Padahal, Islam is beyond than just ritual worship! Banyak hal bahkan sampai saat ini yang masih menjadi hidden jewel dalam Islam. Tentu ekonomi salah satunya.

Suka-suka Belajar Ekonomi Syariah

Beasiswa Melimpah

Tidak banyak yang tahu tentang hal ini sebelum masuk ke jurusan Ekonomi Islam. Baik Ekonomi Syariah atau Perbankan Syariah adalah dua jurusan yang menjadi prioritas studi di Indonesia. Buktinya? Dalam list LPDP Ekonomi Syariah adalah jurusan yang menjadi prioritas studi yang akan didukung oleh LPDP. Bukan hanya beasiswa LPDP yang bisa mendukung kelancaran studi kamu, karena banyak bank dan institusi keuangan Syariah yang menyalurkan dana kebajikan nya ke institusi pendidikan. Penulis dan banyak kawan-kawan satu jurusan menerima beasiswa dari institusi-institusi yang berbeda. Ada yang dari organisasi Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), bank syariah atau yayasan-yayasan yang bekerjasama dengan kampus.

Koneksi Luas

Kalau kamu belajar Ekonomi Syariah bukan hal yang aneh kalau kamu berkumpul tokoh-tokoh terkenal seperti yang penulis sebut di atas. Penulis sendiri menilai para penggiat Ekonomi Syariah memiliki karakter yang humble bahkan sangat mengapresiasi kontribusi mahasiswa. Tidak terbatas usia atau jenjang pendidikan para penggiat Ekonomi Syariah kalau sudah bincang tentang visi dan misi Ekonomi Syariah seperti aliran listrik paralel. Ketika tidak sengaja menyinggung suatu kebutuhan untuk support Ekonomi Syariah akan dihubungkan ke tokoh lain yang lebih kapabel, asyik bukan?

Duka-duka Belajar Ekonomi Syariah

Perlu banyak kerja keras

Banyak yang bilang Jurusan Ekonomi belajarnya santai, kuliahnya sebentar dan hal-hal lain yang akan membuat kamu ‘lengah’ di awal perkuliahan. Tapi tidak untuk Ekonomi Syariah, karena banyak mata kuliah yang di dobel juga konsep-konsep ekonomi yang harus dipelajari secara dobel. Misalnya dari mata kuliah wajib yang penulis tulis di atas mata kuliah mikro, makro dan pengantar menjadi dua. Makro-mikro dan pengantar ekonomi konvensional plus ekonomi Islam. Kemudian banyak menghafal ayat-ayat Qur’an dan hadist yang relevan tentang konsep-konsep ekonomi. Ditambah, harus memahami teori matematis hitung-hitungan dalam ekonomi. Sehingga untuk lulus dengan mulus ditambah aktif berorganisasi selama masa kuliah memerlukan kerja keras.

‘Unik’ = Aneh

Sering penulis diskusi dengan kawan-kawan satu SMA yang tidak mengambil jurusan yang sama atau siapapun yang secara tidak sengaja jadi asyik diskusi di kereta dan bertanya tentang Ekonomi Syariah. Kebanyakan dari mereka yang belum mengenal tentang Ekonomi Syariah akan banyak menyinggung tentang halal-haram bank atau lebih ke mengetes daripada diskusi sebenarnya. Sehingga, kamu yang akan bergelut di sini harus bersabar dan menjelaskan bagaimana Ekonomi Syariah bukan hanya terbatas pada bank saja. Hal ini kadang dipandang aneh (baca: unik) karena setelah dipromosikan apa itu Ekonomi Syariah banyak yang menjadi semakin penasaran karena rupanya bukan sebatas keuangan Islam saja.

Universitas yang ada Jurusan Ekonomi Syariah

stei tazkia

Cukup banyak perguruan tinggi di Indonesia yang membuka Jurusan Ekonomi Syariah. Namun, dari semua perguruan tinggi tersebut, baru tiga saja yang Jurusan Ekonomi Syariah-nya sudah terakreditasi A. Ketiga perguruan tinggi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  2. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  3. Institut Pertanian Bogor

Oh ya, sebagai perguruan tinggi ada yang menggunakan nama Jurusan Ekonomi Islam. Ini adalah nama lain dari Jurusan Ekonomi Syariah.

Berikut ini adalah perguruan tinggi yang Jurusan Ekonomi Islam-nya sudah terakreditasi A:

  1. STEI Tazkia
  2. Universitas Airlangga
  3. Universitas Brawijaya
  4. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  5. Universitas Muhammadiyah Jakarta

Keterangan: Daftar universitas yang Jurusan Ekonomi Syariah / Ekonomi Islam-nya sudah terakreditasi A di atas datanya diambil dari situs BAN-PT pada tanggal 17 Juni 2019.

Penutup

Setelah panjang lebar menjelaskan apa itu Ekonomi Syariah penulis berharap akan semakin banyak calon mahasiswa yang paham apa itu Jurusan Ekonomi Syariah.

Pesan terakhir dari saya, buat kamu yang memang memiliki ketertarikan untuk mendalami ekonomi Islam, jangan ragu untuk memutuskan kuliah di jurusan ini.

Selamat kuliah di Jurusan Ekonomi Syariah!

Penulis

Alumni STEI Tazkia prodi Ekonomi Islam, lulus tahun 2017. Saat ini aktif sebagai peneliti di Sakinah Finance.

2 Komentar

    • UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memang tidak dimasukkan ke dalam artikel ini, karena pada saat artikel ini ditulis, Jurusan Ekonomi Syariah UIN Jakarta akreditasinya masih B.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup