Bagaimana cara memilih jurusan kuliah yang tepat adalah salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh calon mahasiswa.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya kita mengetahui apa saja dampak yang bisa ditimbulkan akibat sembarangan dalam mengambil jurusan kuliah.

Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap apa yang dialami oleh orang lain selama ini, setidaknya ada empat kerugian yang dialami oleh mereka yang salah dalam memilih jurusan kuliah.

  1. Tidak senang dan tidak bersemangat menjalani perkuliahan.
  2. Kemungkinan besar tidak bisa lulus tepat waktu atau lebih buruk dari itu: kehabisan waktu sehingga akhirnya diberhentikan oleh pihak kampus.
  3. Buang-buang waktu.
  4. Buang-buang uang.

Sebaliknya, ada empat keuntungan yang akan didapat oleh mereka yang memilih jurusan kuliah secara tepat. Keempat keuntungan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Senang dan bersemangat saat menjalani perkuliahan.
  2. Kemungkinan besar akan mampu menyelesaikan kuliah secara tepat waktu bahkan bisa lulus dalam waktu yang lebih cepat dari pada umumnya (kurang dari 4 tahun).
  3. Waktu dihabiskan untuk hal yang bermanfaat.
  4. Uang dihabiskan untuk hal yang bermanfaat.

Setelah tahu manfaat dan kerugiannya, sekarang mari beralih kepada pembahasan tentang bagaimana cara memilih jurusan kuliah.

Namun, sebelum itu, saya ingin menyampaikan terlebih dulu beberapa hal yang menurut saya tidak boleh dilakukan saat memilih jurusan kuliah.

Yang Gak Boleh Dilakukan Saat Memilih Jurusan

1. Asal ikut-ikutan teman

follow

Teman ambil jurusan manajemen, kamu juga ambil jurusan manajemen. Saudara ambil jurusan hukum, kamu ikutan ambil jurusan hukum. Guys, ketahuilah, ini adalah cara memilih jurusan kuliah yang salah!

Mengambil jurusan kuliah yang sama dengan jurusan yang diambil teman atau saudara sebenarnya bukan masalah, jika jurusan tersebut memang mengajarkan bidang yang kamu minati, atau sesuai dengan passion kamu. Jika tidak, jangan ikut-ikutan!

2. Asal menuruti apa kata orang lain tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu

jangan asal nurut apa kata orang

Kalau ada orang lain yang menyarankanmu mengambil jurusan kuliah tertentu, ucapkan terima kasih ke orang itu, tapi jangan kamu langsung ikuti saran itu. Terima saja dulu sarannya, lalu pertimbangkan. Jika saran itu baik, lakukan; jika tidak, jangan lakukan. Pokoknya, jangan langsung menuruti apa kata orang, termasuk menuruti perkataan saya!

3. Memilih jurusan kuliah berdasarkan besaran gaji para alumninya

memilih jurusan kuliah berdasarkan gaji alumni
Sumber gambar: ximagination/123RF.COM

“Denger-denger, katanya si A gajinya kecil, ya? Dia dulu ambil jurusan apa, sih? Aku gak mau ah ambil jurusan yang sama kayak dia!”

“Katanya si B gajinya besar, ya? Dia lulusan jurusan mana, sih? Wah, aku mau dong ambil jurusan yang sama kayak dia!”

Stop! Jangan memilih jurusan kuliah berdasarkan gaji alumninya yang besar! Gaji besar itu didapat bukan semata-mata karena seseorang lulusan dari jurusan A, B, C. Gaji kecil juga bukan didapat karena seseorang dulunya kuliah ambil jurusan X, Y, Z.

Harus diakui, memang ada jurusan kuliah yang ketika para alumninya bekerja di bidang yang sesuai dengan ilmu yang dipelajari sewaktu kuliah, para alumni tersebut umumnya mendapat gaji yang cukup tinggi.

Walau demikian, kita tetap jangan asal ambil jurusan tersebut. Mengapa? Sebab, gaji tinggi tidak melulu didapat karena seseorang lulusan dari jurusan tertentu. Ada banyak faktor lainnya, seperti skill, kontribusi kepada perusahaan, sikap, dan pengalaman kerja.

4. Memilih jurusan kuliah berdasarkan murahnya

Kondisi ekonomi setiap orang berbeda. Bagi kalangan crazy rich, memilih jurusan kuliah tanpa memikirkan biayanya adalah hal yang sangat mudah. Tapi bagi kebanyakan orang, harga masih menjadi salah satu pertimbangan utama.

Walau demikian, saya sangat menyarankan kamu jangan asal mengambil kuliah berdasarkan murahnya.

Uang bisa dicari, tapi waktu yang sudah berlalu tak akan bisa diganti. Daripada menghabiskan umur dengan kuliah di jurusan yang salah, lebih baik mengeluarkan lebih banyak uang demi bisa kuliah di jurusan yang tepat.

So, jangan pilih jurusan berdasarkan yang dipilih orang kebanyakan, apa kata orang, berdasarkan gaji para lulusannya, dan berdasarkan murahnya.

Begini Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat!

cara memilih jurusan kuliah yang tepat
Sumber gambar: alphaspirit/123RF.COM

Saya dulu bukan mahasiswa yang berprestasi. Malah, bisa dibilang saya adalah mahasiswa dan alumni yang gagal. Gagal menyelesaikan kuliah tepat waktu; gagal bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusan kuliah yang saya ambil dulu.

Berdasarkan pengalaman saya tersebut ditambah pelajaran yang saya dapat dari banyak sumber (artikel, buku, video di YouTube, dll), kesimpulan saya, cara memilih jurusan kuliah yang paling tepat ialah sebagai berikut.

Pertama, ajukan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini kepada dirimu sendiri, lalu jawab. Jika kamu belum tahu jawabannya, lakukan hal-hal baru, yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya sampai kamu berhasil menemukan jawaban atas dua pertanyaan di bawah ini.

  1. Bidang ilmu pengetahuan apa, yang mana kamu sanggup membaca 500 buku tentang bidang itu, tanpa merasa bosan?
  2. Apa hal yang kamu senang melakukannya, yang kalau melakukan hal itu mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, kamu tidak merasa bosan?

Kedua, cari tahu jurusan kuliah apa yang kalau kamu mengambilnya, kamu bisa mempelajari bidang yang kamu senangi (jawaban atas pertanyaan nomor satu di atas), dan juga bisa melakukan hal-hal yang kamu senangi (jawaban atas pertanyaan nomor dua di atas).

Ketiga, cari tahu universitas-universitas mana saja yang memiliki jurusan kuliah tersebut.

Keempat, cari tahu reputasi universitas-universitas tersebut. Untuk mengetahuinya, kamu bisa melakukannya dengan mencari jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan seperti:

  • Apa akreditasi institusi universitas tersebut? Apakah A, B, atau C?
  • Apa saja prestasi yang berhasil diraih oleh universitas tersebut?
  • Siapa saja alumni dari jurusan tersebut yang berprestasi di bidangnya dan menjadi tokoh terkenal?

Kelima, kumpulkan informasi yang berkaitan dengan biaya jika kuliah di universitas-universitas tersebut.

Cari informasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mendaftar kuliah di sana?
  • Berapa kira-kira biaya hidup yang dibutuhkan per bulannya jika ingin kuliah di sana?
  • Apakah universitas-universitas tersebut memiliki program beasiswa? Kalau ya, apa saja syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut?

Keenam, setelah informasi-informasi penting tersebut diperoleh, lalu cari tahu niversitas mana yang kira-kira paling memungkinkan kamu untuk kuliah di situ. Pilihlah beberapa universitas, tiga misalnya, satu menjadi pilihan utama, dua lainnya menjadi pilihan alternatif. Urutkan berdasarkan kualitas universitas, lalu simpan pilihanmu itu untuk kemudian disampaikan ke orangtuamu.

Ketujuh, temui orangtuamu, utarakan keinginanmu, sampaikan dengan sebaik mungkin, dengan tutur kata yang sopan, bahwa kamu ingin kuliah di jurusan yang menurut pertimbanganmu merupakan jurusan yang paling tepat untukmu.

Jangan lupa, minta kepada keduanya agar mendoakan kamu, supaya kamu bisa kuliah di jurusan dan universitas yang kamu impikan.

Setiap orangtua akan berusaha melakukan yang terbaik untuk anaknya. Insya Allah, dengan menyampaikan secara lembut dan bicara dari hati ke hati, orangtua akan merestui pilihanmu dan juga memberikan dukungan yang terbaik untukmu.


Demikian cara memilih jurusan kuliah yang tepat menurut saya.

Gunakan cara ini, semoga kamu berhasil menemukan jurusan kuliah yang tepat buatmu, yang sesuai dengan passion-mu, yang bisa membantumu mengembangkan potensi dan mendekatkan diri kepada mimpi-mimpimu selama ini.

Selamat memilih jurusan kuliah!

Penulis

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sehari-hari mengelola CalonMahasiswa.com, sebuah blog yang didedikasikan untuk membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi dan tips yang mereka butuhkan.

7 Komentar

  1. Kak klo milih jurusan aja bingung itu gimana?
    Trs jg bingung sama apa yg diminati ,gimana?

    • Adnan Syafi'i Balas

      Halo, Rafidah…

      Saya coba bantu jawab, ya.

      1. Apa kegiatan yang kamu suka banget ngelakuinnya? Menggambar? Menulis? Main Lego? Main air? Coding? Ngedit foto pakai Photoshop? Desain gambar pakai Adobe Illustrator? Utak-atik komputer? Bongkar pasang mesin? Masak?

      Kalau ada beberapa kegiatan yang kamu suka banget ngelakuinnya, coba buat list-nya. Lalu berikan angka untuk masing-masing kegiatan, misalnya angka 5 untuk kegiatan yang cukup senang melakukannya, angka 7 untuk kegiatan yang kamu agak suka melakukannya, dan angka 10 untuk kegiatan yang kamu paliiiiiiiing suka ngelakuinnya.

      2. Kalau udah ketemu kegiatan yang kamu suka banget ngelakuinnya, cari deh jurusan kuliah yang kalau kamu masuk ke situ, kamu jadi bisa sering melakukan hal yang kamu senangi itu.

      Contoh:

      Misalnya kamu suka banget masak. Ya kamu sebaiknya kuliah di Jurusan Tata Boga.

      Misalnya kamu suka main air. Ya kamu kayaknya cocok kuliah di Jurusan Oseanografi.

      Itu cuma contoh, ya.

      Intinya…

      Temukan kegiatan yang kamu paling suka, lalu cari jurusan kuliah yang kalau kamu kuliah di jurusan itu, kamu tetap bisa melakukan kegiatan yang kamu sukai itu. 🙂

  2. Kak saya neti hasiah dari kerinci, jambi izin bertanya kak.

    Saya suka pelajaran fikih bahkan setiap ke perpustakaan buku fikih itu yg jadi incaran saya,bahkan tanpa bosan semalaman pun terkadang saya habiskan untuk membaca buku tersebut sampai tamat tapi dibalik itu semua saya juga suka merangkai kata membuat puisi, sajak, hikayat dan lain sebagainya, saya juga suka dengan segala sesuatu yabg barbau public speaking.

    Terkadang saya binggung harus mengambil jurusan apa saat kuliah nanti.

    • Adnan Syafi'i Balas

      Halo Neti, mohon maaf baru sempat balas.

      Kalau kamu suka baca buku fikih, mungkin kamu cocok kalau kuliah di LIPIA. Karena kalau kuliah di LIPIA, kemungkinan kamu tiap hari akan baca kitab-kitab fiqih.

      Pembahasan singkat tentang LIPIA sudah ada di blog ini. Silakan baca di sini, ya > https://calonmahasiswa.com/universitas-negeri-dan-swasta-di-jakarta-selatan

      Oh ya, tapi kalau kamu juga suka menulis puisi, sajak, dan karya sastra lainnya, mungkin kamu juga cocok untuk kuliah di Jurusan Sastra Indonesia.

      Hmm… kalau minat kamu antara fiqih dan sastra Indonesia, kamu harus tanya diri kamu sendiri, kamu itu paling suka bidang apa? Kira-kira bidang apa yang kalau kamu baca 500 buku tentangnya, kamu gak merasa bosan? 🙂

  3. Kak nama saya setiawan dari Bengkulu izin bertanya.

    Selama saya bersekolah di kelas ipa saya hanya bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap jawaban saya di mapel B. inggris, tetapi dalam keseharian saya terbiasa dengan komputer terutama Microsoft baik excel, word, dll. Tetapi minat saya di manajemen bisnis. Menurut kakak dari statistik ini apakah saya harus mengikuti minat, kebiasaan kesehari-harian atau mapel yang memang dapat saya pertanggungjawabkan.

    Terima Kasih

    • Adnan Syafi'i Balas

      Hi, Setiawan…

      Pertama, kalau kamu bagus di bahasa Inggris, itu bagus. Tingkatkan. Tapi, bukan berarti karena bahasa Inggrismu bagus, lantas kamu harus kuliah di Jurusan Sastra Inggris.

      Kedua, terbiasa dengan program komputer semacam Ms. Word, Excel, dll, itu bagus. Tapi, bukan berarti karena terbiasa mengoperasikan program-program tersebut, lantas kamu memilih Jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Mengoperasikan program dengan membuat program adalah dua hal yang berbeda.

      Ketiga, kamu bilang kamu minat kamu adalah manajemen bisnis. Coba dicek lagi, betul gak minat kamu memang di situ? Coba cek dengan menjawab dua pertanyaan yang ada di artikel di atas.

      Kalau jawabannya menunjukkan bahwa kamu memang sebaiknya kuliah di Jurusan Manajemen Bisnis atau yang semisalnya, maka pilih jurusan tersebut.

      Semoga membantu. 🙂

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup