Kalau kamu pernah mendengar STEI Tazkia, mungkin kamu akan bingung dengan jurusan-jurusan yang ada di kampus ini. Pasalnya, walaupun kampus ini berlabel ‘Sekolah Tinggi Ekonomi Islam’, tetapi di dalamnya tidak hanya terdapat Jurusan Ekonomi Islam, tetapi juga ada Jurusan Akuntansi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah (muamalah), dan Bisnis Manajemen Islam. Apa sih yang membedakan antara satu jurusan dengan jurusan yang lain?

Nah, sebagai salah satu alumni STEI Tazkia, penulis ingin berbagi kepada kamu tentang apa sih yang dipelajari di jurusan-jurusan tersebut. Dengan mengerti konsekuensi apabila kuliah di masing-masing jurusan, diharapkan kamu tidak akan salah pilih jurusan saat memutuskan kuliah di STEI Tazkia.

Yuk langsung aja kita bahas apa sih yang dipelajari di beberapa jurusan yang ada di STEI Tazkia!

Jurusan di STEI Tazkia

Akuntansi Syariah

akuntansi
Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay

Jurusan Akuntansi Syariah adalah jurusan di mana para mahasiswa di dalamnya mempelajari tentang akuntansi syariah.

Apa itu Akuntansi Syariah?

Menurut Hani Apriyanti dalam buku Teori Akuntansi Berdasarkan Pendekatan Syariah, akuntansi syariah didefinisikan sebagai sebuah metode pencatatan keuangan yang didasarkan pada hukum-hukum syariah. Peraturan tersebut ditulis dalam Standar Akuntansi Syariah yang didasarkan pada International Financial Reporting Standards (IFRS).

Mata kuliah yang dipelajari di jurusan ini?

Bicara mata kuliah, karena saya kuliah di Ekonomi Syariah, saya tidak bisa bercerita banyak tentang mata kuliah-mata kuliah yang akan kamu pelajari di Jurusan Akuntansi Syariah. Tetapi secara umum, mata kuliah-mata kuliah yang akan kamu pelajari di Jurusan ini adalah mata kuliah yang akan membentukmu menjadi seorang sarjana Akuntansi Syariah yang bukan hanya memahami ilmu Akuntansi Syariah secara teoritis, tetapi juga praktis. Misalnya mata kuliah Fiqh Muamalah, Bahasa Arab Ekonomi, Akuntansi Zakat, dan Akuntansi Pajak.

Secara akreditasi jurusan, Jurusan Akuntansi Syariah di STEI Tazkia sudah terakreditasi A. Setelah lulus kamu akan mendapatkan gelar S.AK (Sarjana Akuntansi).

Bisnis Manajemen Islam

jurusan bisnis manajemen islam
Gambar oleh rawpixel dari Pixabay

Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang pengusaha mungkin jurusan ini akan sangat cocok untuk kamu.

Berdasarkan penjelasan dari K.H Didin Hafidhuddin dan Bapak Hendri Tanjung, Manajemen Syariah adalah sebuah metode untuk mengatur sesuatu yang dilakukan dan didasarkan berdasarkan syariat Islam.

Mata kuliah yang dipelajari di jurusan ini?

Selama kamu kuliah disini kamu akan menerima mata kuliah seperti pengantar makro, mikro, statistika, ekonometrika, pasar modal dan yang paling penting kewirausahaan. Kamu akan dituntut untuk mencoba membuat bisnismu sendiri.

Jurusan yang penulis ikuti dan jurusan BMI sebenarnya sangat beririsan, sehingga kedua jurusan ini memiliki beberapa mata kuliah yang sama. Hal yang membedakan adalah seberapa dalam mata kuliah itu dipelajari. Misalnya, di Jurusan Bisnis Manajemen Islam terdapat mata kuliah Kewirausahaan I dan II, sementara di Jurusan Ekonomi Syariah hanya Kewirausahaan I saja.

Secara akreditasi jurusan, Jurusan Bisnis Manajemen Islam sudah terakreditasi A. Jika kamu lulus dari jurusan ini kamu akan memperoleh gelar S.E (Sarjana Ekonomi).

Ekonomi Syariah  

ekonomi syariah salah satu jurusan di stei tazkia
Gambar oleh Nattanan Kanchanaprat dari Pixabay

Ini adalah jurusan dimana penulis belajar selama 4 tahun di STEI Tazkia. Jurusan Ekonomi Syariah baru saja berubah status akreditasinya menjadi A. Ekonomi Syariah sendiri diartikan sebagai suatu konsep sistem ekonomi yang didasarkan pada syariat sehingga tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang dalam Islam seperti riba, suap, penipuan, paksaan dan unsur haram lainnya.

Jika kamu menyelesaikan pendidikan di jurusan ini, kamu akan memperoleh gelar S.E (Sarjana Ekonomi). Nantinya selama kuliah kamu akan mempelajari ekonomi makro Islam, Mikro Islam, Ekonometrika, Sejarah pemikiran Islam dan masih banyak lagi mata kuliah lainnya. Oh ya, di jurusan ini kamu bukan hanya akan mempelajari ekonomi makro dan mikro menurut Islam, tetapi juga makro dan mikro konvensional, sehingga kamu nantinya akan paham perbedaan konsep ekonomi antara keduanya.

Hukum Ekonomi Syariah (Mu’amalah)

hukum ekonomi syariah salah satu jurusan di stei tazkia
Gambar oleh Brett Hondow dari Pixabay

Kalau jurusan yang satu ini masih tergolong cukup baru di lingkungan akademik STEI Tazkia. Menurut Harun M.H, Muamalah adalah  suatu standar atau hukum-hukum yang berasal dari dalil-dalil yang berhubungan dengan transaksi ekonomi. Kalau kamu membaca artikel dari penulis sebelumnya, kamu akan menemukan penjelasan bagaimana perbedaan antara Jurusan Ekonomi Syariah dan Hukum Ekonomi Syariah. Salah satunya adalah gelar. Jika kamu lulus dari Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, kamu akan menerima gelar S.H (Sarjana Hukum), karena jurusan ini fokus mempelajari hukum-hukum Islam terkait ekonomi. Oleh karena itu, mata kuliah yang akan kamu temui kalau kamu kuliah di jurusan ini adalah mata kuliah-mata kuliah yang merupakan hukum Islam di bidang ekonomi, seperti Faraidl (hukum Islam terkait warisan), Zakat, Ushul Fiqh, dan Fiqh Muamalah.

Penutup

Setelah mengetahui beberapa jurusan di STEI Tazkia dan apa yang dipelajari di sana, mudah-mudahan kamu bisa menentukan jurusan mana yang cocok dengan minat dan cita-cita kamu. Apa pun jurusan yang kamu pilih nantinya, semoga kuliah di jurusan tersebut bisa membentukmu menjadi pribadi yang lebih baik dan membuatmu lebih dekat dengan cita-cita.(*)

Penulis

Alumni STEI Tazkia prodi Ekonomi Islam, lulus tahun 2017. Saat ini aktif sebagai peneliti di Sakinah Finance.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup