Apakah di antara kamu ada yang berencana melanjutkan studi di bidang Bahasa dan Sastra? Sudah memutuskan akan memilih sastra Indonesia, sastra daerah, atau sastra asing? Jika kamu berencana untuk berkuliah di jurusan sastra asing, khususnya di Jurusan Sastra Jerman, kamu bisa mengenal salah satu program studi sastra asing ini melalui tulisan ini. Ayo kita mulai!

Apa itu Sastra Jerman?

Sastra Jerman adalah sebuah program studi di bidang bahasa dan sastra yang memiliki subjek utama bahasa, kebudayaan, serta kesusasteraan Jerman. Setiap mahasiswa baru jurusan Sastra Jerman akan memiliki kesempatan untuk mempelajari bahasa Jerman itu sendiri dari nol. Para mahasiswa semester satu akan banyak berlatih membaca, menulis, mendengarkan, serta berbicara dalam bahasa Jerman. Ke depannya, mahasiswa Sastra Jerman akan mengupas lebih dalam ilmu linguistik, ilmu sastra, serta ilmu penerjemahan bahasa Jerman.

Tidak hanya teori, berbagai kegiatan praktikum juga akan dilakukan oleh para mahasiswa Sastra Jerman. Kegiatan praktikum itu meliputi latihan percakapan dalam bahasa Jerman, latihan menerjemahkan artikel-artikel dalam bahasa Jerman, latihan melakukan kritik sastra, serta ujian praktek berupa pementasan drama untuk umum yang diangkat dari karya sastra Jerman yang terkenal.

Mata Kuliah Jurusan Sastra Jerman

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, mata kuliah yang dipelajari di jurusan Sastra Jerman terbagi ke dalam tiga konsentrasi utama, yaitu ilmu linguistik, ilmu sastra, dan ilmu penerjemahan.

Ilmu linguistik sendiri secara sederhana adalah sebuah ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Mata kuliah yang akan dipelajari di Jurusan Sastra Jerman, yang termasuk ke dalam konsentrasi linguistik, adalah Fonologi, Morfologi, Semantik, dan Sintaksis. Berikut adalah definisi dari masing-masing mata kuliah tersebut.

  • Fonologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang bunyi bahasa ditinjau dari fungsinya.
  • Morfologi adalah ilmu yang melepajari tentang kelompok, struktur, bagian, serta cara pembentukan kata.
  • Semantik adalah ilmu yang mempelajari tentang makna bahasa.
  • Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar kata dalam sebuah tuturan.

Konsentrasi yang kedua adalah ilmu sastra. Ilmu sastra sendiri merupakan sebuah ilmu yang mempelajari dan menggali karya-karya sastra. Ilmu ini berkaitan dengan karya-karya yang dihasilkan oleh para sastrawan Jerman secara langsung. Mata kuliah yang termasuk ke dalam konsentrasi ilmu sastra adalah Prosa, Lirik, Perkembangan Kesusasteraan Jerman, serta Sastra kontemporer. Di dalam keempat mata kuliah sastra ini, mahasiswa akan diajak untuk mengenal dan membedah karya-karya sastra Jerman.

Kemudian selanjutnya, ada konsentrasi mata kuliah ilmu penerjemahan. Mata kuliah penerjemahan ini terbagi dua, yakni penerjemahan lisan dan tulisan. Mahasiswa akan berlatih menerjemahkan artikel dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman, begitu juga sebaliknya. Mahasiswa pun akan berlatih menjadi seorang penerjemah lisan, baik dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jerman, maupun sebaliknya.

Sebelum masuk ke dalam daftar mata kuliah yang terkonsentrasi di atas, mahasiswa semester satu akan lebih dulu mempelajari dasar-dasar bahasa Jerman melalui mata kuliah yang bernama Bahasa Jerman serta Menulis dan Berbicara Bahasa Jerman. Di situ, mahasiswa akan banyak berlatih menulis, membaca, berbicara, mendengarkan, serta mempelajari tata bahasa Jerman yang baik dan benar.

Selain itu, ada pula berbagai mata kuliah penting lainnya seperti Bahasa Jerman Pariwisata, Bahasa Jerman Bisnis, Pengetahuan Kebudayaan Jerman, Analisis Wacana Kritis, dan masih banyak lagi.

Prospek Kerja Lulusan Sastra Jerman

Prospek kerja lulusan Sastra Jerman beragam. Kebanyakan lulusan Sastra Jerman berkarir di bidang kepenulisan, digital, atau pariwisata. Biasanya alumni Sastra Jerman berprofesi sebagai seorang Editor (Artikel/Tulisan), Penulis Teknis, Penerjemah, Penulis Kreatif, Pemandu Tur atau Wisata, Novelis, Penulis Perjalanan, Content Creator, Content Writer, dan masih banyak lagi.

Namun program studi semasa kuliah sesungguhnya tidak membatasi gerakmu untuk menjadi apapun yang kamu mau. Banyak lulusan Sastra Jerman kemudian melanjutkan karir menjadi seorang pengajar bahasa, dan ada pula yang menjadi pengusaha dengan bidang usaha yang beragam.

Selain itu, jalanmu pun terbuka lebar jika kamu bercita-cita untuk menjadi seorang Diplomat atau Staf Kedutaan Besar Republik Federal Jerman. Pada tahun 2018, Kementerian Luar Negeri ikut serta membuka lowongan bagi lulusan Sastra Jerman dalam program seleksi CPNS. Posisi yang tersedia adalah posisi Diplomat, dengan kualifikasi bahasa Jerman yang setara dengan tingkat B2 atau C1. Kedutaan Besar Republik Federal Jerman pun menawarkan sebuah posisi yang bisa ditempati oleh pelamar dengan kualifikasi bahasa Jerman minimal B2. Hal ini menunjukkan bahwa kunci untuk berkarir dengan gemilang di bidang bahasa Jerman adalah kemampuan berbahasa Jerman yang unggul.

Selain itu, banyak pula lulusan Sastra Jerman yang memutuskan untuk memperdalam kemampuan bahasa Jerman mereka dan berniat untuk melanjutkan kehidupan di Jerman, dengan mengikuti program Aupair. Aupair adalah sebuah kesempatan yang diberikan kepada muda-mudi berusia 18 s/d 24 tahun untuk menjadi seorang “kakak” bagi anak-anak di Jerman. Tugas seorang Aupair beragam, ada yang hanya bertugas menjaga “adik-adik angkat”-nya, membantu “ibu angkat” mengerjakan pekerjaan rumah, dll. Tugas tersebut bergantung pada kesepakatanmu dengan calon “keluarga angkat”-mu nanti.

Dengan menjadi seorang Aupair, kamu akan berkesempatan mengenal kultur Jerman secara langsung. Kamu tidak perlu memikirkan biaya hidup bulanan, karena kamu tinggal bersama “keluarga angkat”. Kamu pun akan dibiayai untuk ikut serta dalam kursus bahasa Jerman. Lama waktu Aupair beragam, biasanya satu sampai dua tahun.

Universitas yang ada Jurusan Sastra Jerman

mahasiswa sastra jerman
Image Credit: mayrum/123RF.COM

Biasanya, selesai Aupair, kamu bisa memilih untuk kembali pulang ke Indonesia, atau mengikuti program FSJ (Freiwilliges Soziales Jahr). FSJ sendiri adalah program yang disediakan oleh Kementerian Pemuda Jerman untuk membantu pemuda-pemudi melanjutkan langkah mereka. Bentuk FSJ sendiri adalah kerja sosial yang bersifat sukarela, tetapi kamu tetap akan mendapatkan bayaran. FSJ merupakan langkah awal yang baik jika suatu hari kamu berencana untuk bekerja dan menetap di Jerman.

Jika kamu berencana untuk berkuliah di jurusan Sastra Jerman, berikut adalah daftar universitas dengan progam studi Sastra Jerman yang bisa kamu pilih:

  • Universitas Indonesia
  • Universitas Negeri Surabaya
  • Universitas Padjadjaran
  • Universitas Sam Ratulangi
  • Sekolah Tinggi Bahasa Asing Yapari

Namun jika kamu lebih ingin mendalami Ilmu Pendidikan Bahasa Jerman, berikut adalah daftar universitas dengan program studi Pendidikan Bahasa Jerman:

  • Universitas Negeri Makassar
  • Universitas Negeri Yogyakarta
  • Universitas Negeri Medan
  • Universitas Pendidikan Indonesia
  • Universitas Negeri Manado
  • Universitas Negeri Jakarta
  • Universitas Pattimura
  • Universitas Negeri Malang
  • Universitas HKBP Nommensen

Figur Terkenal Lulusan Sastra Jerman

Cinta Laura

Selebritis Indonesia ini berhasil menyabet dua gelar sarjana sekaligus di Columbia University, New York. Dengan IPK 3,9, Cinta Laura lulus dari program studi Psikologi dan Sastra Jerman.

Paula Radcliffe

Paula Radcliffe adalah seorang pelari jarak jauh asal Britania Raya. Atlet yang satu ini mengambil studi Bahasa Perancis, Bahasa Jerman, serta Ekonomi di Loughborough University. Ia lulus dengan gelar kehormatan kelas satu pada studi Eropa modern.

J.K Rowling

Penulis novel bestseller Harry Potter ini rupanya mengambil tiga studi sekaligus saat berkuliah di University of Exeter. Ia mempelajari bahasa Perancis, Yunani, sekaligus Jerman.

Itulah penjelasan mengenai program studi Sastra Jerman. Semakin tertarik untuk melanjutkan studi di jurusan ini? Jangan lupa banyak-banyak berlatih bahasa Jerman dan mengenal kultur Jerman agar wawasanmu semakin luas!


Featured image: Antonio Gravante/123RF.COM

Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup