Saya lulus Madrasah Aliyah tahun 2007, tapi saya mendaftar kuliah tahun berikutnya. Salah satu penyebabnya: saya bingung mau masuk kuliah jurusan apa. Penyebab kebingungan saya: karena cita-cita saya di masa kecil berubah.

Waktu kecil dulu, saya bercita-cita kalau besar nanti mau jadi arsitek. Namun, karena saya tidak bisa membayangkan jarak lima meter itu panjangnya seperti apa, saya putuskan untuk mengganti cita-cita. Mengingat saya suka membaca novel dan terkadang membayangkan diri bisa menulis novel, akhirnya saya putuskan untuk bercita-cita menjadi seorang novelis.

Berdasarkan biografi singkat yang ada di halaman belakang dari novel-novel yang saya baca itu, ternyata untuk menjadi seorang novelis, tidak ada jurusan kuliahnya.

Habiburrahman El Shirazy, penulis novel mega best-seller Ayat-Ayat Cinta, dulu kuliahnya di Universitas Al-Azhar, Kairo, jurusan bidang agama. Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi, dulunya mengambil jurusan ekonomi di Universitas Indonesia. Asma Nadia, pendiri Forum Lingkar Pena yang tulisan-tulisan cerpennya sering saya baca di majalah Annida, malah tidak menyelesaikan kuliahnya.

Membaca ragam biografi para sastrawan tersebut, akhirnya saya berkesimpulan pada saat itu, bahwa untuk menjadi sastrawan, tidak penting kuliahnya di mana, tapi seberapa banyak pengalaman yang berhasil diraih dan bagaimana menuliskan pengalaman-pengalaman itu dalam bentuk cerita yang menarik.


Demikian pengalaman saya dalam memilih program studi dengan mempertimbangkan profesi. Memilih program studi berdasarkan profesi impian adalah salah satu cara memilih jurusan kuliah yang juga bisa kamu lakukan.

Apa pekerjaan yang menjadi impianmu di masa kecil? Apa profesi yang kamu kagumi sejak dulu? Apa pun jawabannya, itu bisa menjadi petunjuk dalam menentukan jurusan kuliah yang sepatutnya kamu ambil.

Untuk membantu para calon mahasiswa dalam memilih jurusan kuliah berdasarkan profesi, berikut ini beberapa profesi dan deskripsi singkatnya serta saran mengenai jurusan kuliah apa yang sebaiknya dimasuki jika ingin menjalani profesi tersebut.

1. Desainer Grafis

Desainer grafis adalah profesi yang tugas utamanya membuat gambar sesuai kebutuhan perusahaan.

Kalau perusahaannya adalah advertising agency, maka gambar yang dibuat oleh si desainer grafis adalah gambar-gambar kratif dan menarik untuk digunakan oleh klien si advertising agency tersebut.

Kalau perusahaannya adalah branding agency, maka gambar-gambar yang dituntut untuk dibuat oleh si graphic designer adalah logo, brand identity, dan tampilan visual lainnya yang menunjang brand milik klien si branding agency tersebut.

Kalau perusahaannya adalah media massa, maka gambar-gambar yang dibuat oleh si desainer grafis ialah banner, infografis, dan gambar-gambar untuk keperluan dibagikan di media sosial.

Untuk menjadi seorang desainer grafis, kemampuan mendesain dan keahlian menggunakan software desain seperti Photoshop, Corel Draw, dan Adobe Illustrator mutlak diperlukan.

software desain
Beberapa software yang biasa digunakan oleh mereka yang berprofesi sebagai desainer

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, bisa disimpulkan bahwa profesi desaigner grafis cocok untuk orang-orang yang suka menggambar.

Kalau kamu suka menggambar, dan ingin kuliah di jurusan yang bisa mengantarkanmu menjadi seorang desainer grafis profesional, maka jurusan kuliah yang disarankan untuk kamu masuki ialah jurusan Desain Grafis dan jurusan Desain Komunikasi Visual.

2. Customer Service

Sesuai namanya, tugas customer service adalah melayani pelanggan. Melayani di sini mencakup menyapa, menjawab pertanyaan, menerima keluhan, menangani komplain, dan mencarikan solusi untuk pelanggan yang komplain tersebut.

Customer service terbagi dua: front end dan back end.

Customer service front end adalah customer service yang bertatap muka secara langsung dengan pelanggan, contohnya bisa kita temukan di bank, rumah sakit, hotel, dll; sedangkan customer service back end adalah customer service yang tidak bertatap muka secara langsung dengan pelanggan, contohnya adalah admin akun media sosial, dan customer service yang melayani email dan telepon dari pelanggan.

Saya pribadi pernah bekerja sebagai customer service untuk jenis yang kedua, yaitu back end, saat bekerja sebagai Social Media Specialist.

customer service
Image Credit © Odua Images/Bigstock.com

Posisi customer service bisa diisi oleh lulusan jurusan manapun, yang terpenting orang tersebut memenuhi kriteria suka berhadapan dengan orang, tidak baperan, mampu berkomunikasi dengan baik, murah senyum, dan suka menyelesaikan masalah orang lain.

Kalau kamu suka melakukan hal-hal yang disebutkan di atas dan ingin kuliah di jurusan yang bisa mengantarkan kamu menjadi seorang customer service yang profesional, maka jurusan kuliah yang disarankan kepada kamu untuk dimasuki ialah jurusan manajemen. Dengan mengambil jurusan manajemen, diharapkan setelah beberapa tahun bekerja sebagai customer service, kamu bisa dengan mudah naik jabatan dan bekerja sebagai manajer yang membawahi para customer service di perusahaan tempatmu bekerja.

3. Telemarketing

Telemarketing bertugas memasarkan produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan melalui telepon. Ia menghubungi para calon konsumen untuk menawarkan produk dan jasa.

Selain menghubungi calon konsumen, telemarketing juga biasanya memiliki tugas menghubungi konsumen sebelumnya untuk menawarkan produk dan jasa baru, atau agar konsumen kembali membeli produk dan jasa yang pernah dibeli sebelumnya.

Berdasarkan pengalaman saya di salah satu tempat kerja saya dulu, semua posisi telemarketing diisi oleh wanita, tidak ada pria di posisi itu. Entah mengapa, mungkin karena perusahaan menganggap suara wanita yang cenderung lebih enak didengar via telepon ketimbang pria.

Untuk mengisi posisi telemarketing, tidak ada ketentuan harus berasal dari jurusan kuliah apa, yang penting dia harus memiliki kemampuan persuaasi via telepon, bisa mengendalikan emosi dengan sangat baik (mirip dengan customer service), dan memiliki suara yang enak didengar.

Khusus untuk perusahaan-perusahaan tertentu, biasanya mewajibkan calon pelamar memiliki kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris yang baik, contohnya adalah perusahaan kursus bahasa Inggris atau perusahaan yang target audiensnya adalah kalangan ekspatriat.

4. Penerjemah

Di salah satu kantor tempat saya bekerja dulu, ada posisi penerjemah, dan posisi itu diisi oleh wanita. Tugasnya adalah menerjemahkan isi website dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Untuk menjadi penerjemah, setahu saya, bisa dijalani siapa saja dari jurusan kuliah mana saja, yang penting dia menguasai bahasa sumber dan bahasa sasaran dengan sangat baik.

Sebab, setahu saya, si penerjemah yang bekerja di kantor tempat saya bekerja dulu, tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus sebagai penerjemah, tapi dia memiliki kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang baik, makanya diterima.

Malah, saya pribadi yang menjalani kuliah di jurusan tarjamah (penerjemahan arab-Indonesia), malah tidak pernah bekerja sebagai penerjemah. Sebabnya satu: saya tidak punya skill yang memadai sebagai penerjemah.

So, berdasarkan pengalaman tersebut, profesi penerjemah adalah profesi yang bisa dimasuki oleh siapa saja, yang penting dia memiliki skil yang mumpuni.

Tapi, jika kamu bercita-cita ingin menjadi penerjemah profesional, dan kamu ingin mengambil jurusan kuliah yang sesuai untuk profesi tersebut, maka saran saya, masuk saja ke jurusan kuliah sastra Inggris, Cina, Arab (tergantung kamu mau jadi penerjemah bahasa apa), karena biasanya di jurusan tersebut ada mata kuliah penerjemahan.

5. Content Writer

content writer
Seorang content writer sedang bekerja.
Photo by Ed Gregory from Stokpic

Sesuai namanya, profesi ini memiliki tugas utama menulis konten, terutama konten yang dimuat di web atau blog perusahaan.

Di beberapa perusahaan tempat saya bekerja dulu, posisi content writer diisi oleh pria dan wanita. Seimbang-lah jumlahnya.

Posisi content writer terbuka untuk semua lulusan S1 dari jurusan manapun. Hanya saja, untuk content writer yang bekerja di perusahaan-perusahaan tertentu, biasanya perusahaan mensyaratkan agar content writer berasal dari jurusan tertentu atau memiliki keahlian tertentu.

Contoh: lowongan content writer yang bekerja di travel haji dan umroh, maka biasanya perusahaan mensyaratkan agar posisi tersebut diisi oleh orang yang punya latar belakang pendidikan keislaman atau minimal pernah melakukan umroh atau haji.

Contoh lagi: lowongan content writer yang bekerja di perusahaan jasa arsitektur, maka biasanya perusahaan mensyaratkan orang yang melamar posisi tersebut hendaknya memiliki latar belakang pendidikan di bidang arsitektur.

6. Copywriter

Copywriter adalah pekerjaan yang bermain dengan kata-kata, selain content writer tentunya.

Bedanya dengan content writer, jika content writer hasil kerjanya dalam bentuk artikel, konten website, konten blog, maka copywriter hasil kerjanya dalam bentuk iklan. Kata-kata yang terdapat dalam iklan, itulah hasil kerja copywriter.

Untuk bekerja sebagai copywriter, sama seperti content writer, tidak ada keharusan harus lulus dari jurusan kuliah tertentu. Alumni jurusan mana pun boleh mendaftar untuk posisi ini, selama memiliki skill yang mumpuni.

Walau demikian, ada jurusan-jurusan tertentu yang memang sebaiknya jika dimasuki jika sedari awal sudah berniat untuk meniti karir sebagai copywriter profesional. Jurusan-jurusan yang dimaksud adalah periklanan (advertising) dan komunikasi periklanan (communication advertising).

7. Data Analyst

Data analyst adalah sebuah profesi yang memiliki tugas utama mengamati data, untuk mencari pola dari data tersebut guna mengetahui kondisi sebenarnya dari suatu perusahaan.

Saya tidak paham dengan profesi yang satu ini, tapi karena di salah satu perusahaan tempat saya bekerja dulu ada posisi ini, maka profesi ini saya masukkan juga ke dalam tulisan ini.

Setelah saya intip profil LinkedIn karyawan yang mengisi posisi sebagai data analyst, saya menemukan fakta bahwa mereka berasal dari jurusan teknik telekomunikasi (telecommunication engineering), ekonomi (economics), rekayasa struktural (structural engineering), dan ilmu komputer (computer science).

Untuk informasi selengkapnya tentang para data analyst beserta latar belakang pendidikan mereka, kamu bisa mencarinya sendiri di LinkedIn.com.

8. Digital Marketing Specialist

Digital marketing specialist adalah profesi yang memiliki tugas utama memasarkan suatu produk atau jasa secara digital.

Istilah “digital” di sini maksudnya adalah melakukan teknik pemasaran secara digital. Teknik-teknik pemasaran secara  digital mencakup SEO, SEM, PPC, Social Media, dan Media Buying.

Selain memasarkan, seorang digital marketing specialist juga dituntut untuk melakukan analisis terhadap kinerjanya sendiri dan kinerja kompetitor, sehingga mampu melakukan penilaian yang objektif guna merancang strategi baru atau memperbaiki strategi lama, sehingga target bisa tercapai.

Digital marketing specialist adalah posisi yang bisa diisi oleh pria dan wanita, dan berdasarkan pengalaman, untuk melamar posisi ini, tidak ada kewajiban harus berasal dari jurusan kuliah tertentu.

Jika pun di lowongan kerja tertera keharusan berasal dari jurusan tertentu, itu sebenarnya hanya formalitas belaka. Karena yang terpenting adalah kemampuan. Saya pribadi yang sarjana sastra bisa kok melamar untuk posisi ini. Kesimpulannya, digital marketing specialist bisa dimasuki oleh lulusan dari jurusan manapun.

Walau demikian, ada jurusan-jurusan tertentu yang memang sebaiknya dimasuki jika sedari awal sudah berniat untuk meniti karir sebagai digital marketing specialist profesional. Jurusan-jurusan yang dimaksud adalah jurusan apa pun yang bisa mengantarkan kalian menjadi seorang yang ahli di bidang programming dan bahasa Inggris.

Dengan keahlian programming dan bahasa Inggris yang bagus, jalan kalian untuk menjadi seorang digital marketing specialist dijamin akan menjadi lebih mudah.

Penutup

Selain 8 posisi di atas, sebenarnya masih banyak lagi posisi lainnya yang diisi oleh wanita, seperti programmer, web developer, guru, dosen, bidan, dokter, dokter kandungan, dokter gigi, dll. Hanya saja, mengingat pembahasan yang sangat luas jika posisi-posisi tersebut ikut dibahas, maka saya cukupkan pembahasannya sampai di sini saja. Semoga bermanfaat!

Image Credit:

Penulis

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyukai bidang digital marketing. Di waktu luang, Adnan mengelola CalonMahasiswa.com, sebuah blog yang didirikan untuk membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi dan tips yang mereka butuhkan.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup