Dear Calon Mahasiswa, sudah sejauh mana sih, kalian mengenali dunia perkuliahan? Tidak lupa kan, kalau hanya dalam beberapa bulan lagi, kalian akan menyandang status sebagai mahasiswa?

Nah, sebelum benar-benar resmi jadi mahasiswa di perguruan tinggi impian kalian masing-masing, kalian perlu terlebih dahulu mengenal istilah-istilah yang biasa dipakai di dalam dunia perkuliahan, terutama lima istilah dasar berikut ini.

5 Istilah Dasar dalam Perkuliahan

Dosen

Salah satu istilah dalam perkuliahan: dosen
Salah satu istilah dalam perkuliahan adalah dosen yang artinya pengajar di perguruan tinggi | Image credit: stylephotographs/123RF.COM

Istilah ini tentu sudah kalian kenali bahkan jauh sebelum sekarang. Kalian pun tentu sudah tahu, bahwa dosen adalah tenaga pengajar di kampus yang memiliki banyak kewajiban selain hanya mengajar. Seorang dosen juga nantinya akan membimbing kalian saat sudah waktunya untuk menyusun skripsi.

Istilah yang satu ini memang terdengar cukup sepele bagi kalian. Namun jangan salah! Saat kalian mulai duduk di semester satu nanti, kalian dan teman-teman seangkatan pasti akan masih membawa kebiasaan semasa SMA. Yang mana seharusnya kalian bilang, “Nanti siapa dosen yang mengajar?” Kalian malah kelepasan berkata, “Nanti siapa guru yang mengajar?” Memang sosok guru yang sudah 12 tahun lamanya melekat di benak kita itu susah dilepaskan, ya! Ingat, pengajar kalian itu dipanggil dosen ya, bukan guru.

Mata Kuliah

mata kuliah
Istilah dalam perkuliahan lainnya ialah mata kuliah yang merupakan sebutan untuk satuan mata pelajaran di perguruan tinggi | Image credit: Wang Tom/123RF.COM

Sama seperti istilah “dosen”, istilah “mata kuliah” juga mungkin terdengar sepele di telinga kalian. Kalian tentu sudah tahu, bahwa mata kuliah adalah istilah yang dipakai di dunia perkuliahan untuk mengganti istilah “mata pelajaran”. Namun sama halnya seperti istilah dosen, istilah mata kuliah pun nanti akan belum terbiasa kalian sebut saat sudah duduk di semester 1.

“Nanti jam dua ada pelajaran apa?”

“Kalo pelajaran Logika itu ada di semester berapa?”

Ingat ya, Calon Mahasiswa! Namanya mata kuliah, bukan lagi mata pelajaran.

SKS (Satuan Kredit Semester)

Bergerak ke istilah yang mungkin baru kalian kenal namanya saja – atau bahkan pelesetannya, SKS yang merupakan singkatan dari Satuan Kredit Semester ini adalah sebuah sistem yang diterapkan di perguruan tinggi, yang memungkinkan kalian untuk memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil selama satu semester ke depan.

Mungkin di SMA, kalian hanya tinggal menerima jadwal belajar selama satu semester atau satu tahun ke depan. Namun saat sudah kuliah, kalian memiliki kesempatan untuk lebih dulu memilih mata kuliah apa saja yang akan kalian pelajari selama satu semester ke depan. Setelahnya, kalian akan tahu jadwal kuliah yang harus diikuti. Akan tetapi, banyak universitas yang belum mengizinkan mahasiswa semester satu untuk memilih mata kuliah. Sehingga di semester satu, mahasiswa harus mengikuti mata kuliah dan jadwal yang sudah diatur oleh masing-masing jurusan.

Namun rupanya ada beberapa SMA yang sudah menerapkan sistem SKS ini pada siswa-siswinya – mungkin ada beberapa di antara kalian yang sudah merasakan sistem ini di SMA. Sehingga sedikit banyak, beberapa di antara kalian sudah merasakan sistem SKS ini seperti apa.

Selain itu, SKS juga digunakan sebagai ukuran besarnya beban studi mahasiswa, pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa, usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, dan ukuran penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar. Kalian akan dinyatakan lulus tingkat pendidikan D3 jika sudah menyelesaikan mata kuliah sejumlah 110-120 SKS, dan kalian dapat dinyatakan lulus tingkat pendidikan S1 jika sudah menyelesaikan mata kuliah sejumlah 144-160 SKS.

Secara sederhana, SKS juga dapat dikatakan sebagai “jam pelajaran”. Biasanya, satu SKS memiliki bobot 50 menit durasi belajar di tiap minggunya. Berikut contohnya;

Jika kalian harus mengikuti mata kuliah A yang memiliki bobot 2 SKS, itu artinya, dalam seminggu, kalian akan berhadapan dengan mata kuliah A selama 100 menit.

Contoh lainnya:

Jika kalian wajib mengikuti mata kuliah B yang memiliki bobot 3 SKS, berarti, dalam seminggu, kalian akan punya jadwal belajar mata kuliah B selama 150 menit. Penerapannya pun beragam. Dalam seminggu, kalian bisa bertemu dengan mata kuliah B hanya di satu hari selama 150 menit, atau bisa juga kalian bertemu dengan mata kuliah B di dua hari, yang mana hari pertama berlangsung selama 100 menit, dan hari kedua hanya berlangsung selama 50 menit.

Apakah penjelasan mengenai SKS ini sudah cukup jelas?

UKM (Unit Kegiatan Mahasiwa)

Mungkin kalian juga sudah kenal dengan istilah yang satu ini. Ya, UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa adalah yang biasa kalian sebut sebagai ekstrakurikuler di SMA. Namun tentu terdapat perbedaan antara UKM dan ekskul.

Saat masih di SMA, meskipun ekskul digerakkan oleh kalian dan teman-teman kalian, seorang guru pembina masih memiliki kewajiban untuk mengawasi jalannya kegiatan kalian. Namun tidak dengan UKM yang sepenuhnya digerakkan oleh mahasiswa, tanpa adanya dosen pembina. Meskipun sewaktu-waktu UKM akan mengadakan suatu acara di kampus yang memerlukan izin dari pihak universitas, tetapi pergerakkan UKM sepenuhnya dikuasai oleh mahasiswa.

Hampir sama seperti ekstrakurikuler, UKM juga memiliki bidang kegiatan yang beragam. Dimulai dari olahraga, kesenian, kebahasaan, keilmuan, dan masih banyak lagi. Kalian bisa ikut UKM yang sesuai dengan minat dan hobi kalian. Dengan ikut UKM, kalian juga bisa berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai lintas jurusan, lho!

KKN (Kuliah Kerja Nyata)

KKN
Image credit: dolgachov/123RF.COM

Istilah yang satu ini akan kalian temui saat mulai memasuki semester atas. KKN adalah sebuah kegiatan yang biasanya harus diikuti oleh mahasiswa yang telah duduk minimal di semester 5 atau 6, yang mengharuskan mereka untuk saling bekerjasama mengabdikan diri mereka pada masyarakat di daerah tertentu.

Dalam kegiatan KKN ini, mahasiswa akan dipersilahkan untuk memilih daerah berkembang yang ditawarkan oleh kampus. Di daerah berkembang tersebut, mahasiswa akan mengabdi selama sebulan penuh kepada masyarakat sekitar. Mahasiswa nantinya akan masuk ke dalam suatu kelompok yang terdiri dari 12-15 orang, yang di dalamnya terdapat beragam mahasiswa yang datang dari jurusan-jurusan yang berbeda.

Jadi, misalkan kalian adalah Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, saat KKN nanti, kalian akan satu kelompok dengan teman-teman baru yang berasal dari berbagai jurusan. Mungkin ada yang berasal dari Ilmu Pertanian, Ilmu Kedokteran, Sastra Jerman, Ilmu Komunikasi, dan masih banyak lagi. Yang jelas, satu kelompok KKN biasanya terdiri dari 12-15 orang dengan satu orang dosen pembimbing.

Tugas kalian selama KKN nanti adalah mengabdikan diri pada masyarakat di daerah berkembang tersebut. Kalian bisa membantu kegiatan Posyandu, mengajar beberapa mata pelajaran di SD, memberikan pelatihan usaha pada masyarakat desa, dan masih banyak lagi. Yang jelas, selama KKN nanti, kalian akan mendapatkan banyak pelajaran berharga. Dimulai dari menemukan arti sesungguhnya menjadi seorang mahasiswa yang harus mengabdi pada masyarakat, hingga memaknai apa itu rasa syukur atas hidup yang berkecukupan.

Jadi mahasiswa itu seru, kan?

Itulah kelima istilah dasar dalam dunia perkuliahan yang harus kalian ketahui dan pahami.

Sebenarnya ada banyak istilah baru yang akan kalian temui ketika sudah menjadi mahasiswa nanti. Seiring berjalannya waktu, kalian akan mengenal istilah-istilah baru tersebut dan paham bahwa dunia perkuliahan memang jauh berbeda dengan dunia SMA. Selamat menjadi mahasiswa, ya!


Featured image credit: hxdbzxy/123RF.COM


Diolah dari berbagai sumber
Penulis: Audrey D. Alodia
Editor: Adnan Syafi’i

Audrey D. Alodia
Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar