Panduan Menulis

Sebagai sebuah blog, CalonMahasiswa.com tentunya memiliki standar dan aturan tersendiri dalam menulis konten-kontennya. Secara garis besar, standar penulisan kami kurang lebih sama dengan standar yang digunakan media ataupun akademisi di Indonesia.

Panduan ini kami buka untuk umum dengan harapan dapat membantu semua orang untuk mulai menulis dan mendapatkan gambaran lebih luas tentang aturan kepenulisan di CalonMahasiswa.com. Perlu diingat, panduan ini hanya berfungsi untuk memberikan arahan secara umum, bukan untuk mengatur gaya menulis setiap orang yang tentunya memiliki karakter sendiri.


Imbuhan dan kata depan

  1. Segala jenis kata yang berbentuk kata kerja, jika ditambah ‘di’ maka termasuk imbuhan. Kata seperti ini harus disambung. Contoh: diajarkan, disekolahkan, dikuliahkan.
  2. Jika kata yang yang digunakan adalah keterangan tempat, waktu, atau apapun yang bukan kata kerja, maka penggunaan ‘di’ dipisah. Contoh: di kampus, di dalam kelas, di perpustakaan.

Penulisan huruf miring

  1. Huruf miring untuk menyebutkan judul karya fiksi/non-fiksi atau karya seni fisik atau digital. Contoh:
    • Judul film: Film 9 Summers 10 Autumns cocok ditonton oleh calon mahasiswa.
    • Judul gameGrand Theft Auto V jelas bukan game untuk dikonsumsi anak-anak.
    • Judul album: The Beatles membawakan lagu-lagu dari album Yellow Submarine.
      • Sementara untuk lagu menggunakan kutip dua. Contoh: Lagu “El-Oum” adalah lagu terbaru Sabyan yang berhasil membuat penggemarnya menangis tersedu-sedu saat mendengarnya.
    • Drama: Sekolah tersebut mementaskan pertunjukan Hamlet.
    • Lukisan/pahatan: Da Vinci melukis Mona Lisa.
    • Nama media: Sudah tidak ada lagi situs bernama Games in Asia.
  2. Huruf miring untuk kata dalam bahasa asing (usahakan cari dulu padanan kata bahasa Indonesianya melalui KBBI). Contoh:
    • Kebanyakan main game itu tidak baik bagi pelajar.
  3. Kata (dalam kalimat) yang ingin kita tekankan atau tegaskan. Contoh:
    • Perlu diketahui, beasiswa tersebut ditujukan hanya untuk kalangan yang cerdas tetapi berasal dari keluarga tidak mampu.

Penggunaan koma

  1. Ketika mendeskripsikan banyak objek secara berurutan, objek terakhir diawali dengan kata “dan” yang sebelumnya diiringi koma. Contoh:
    • Merah, kuning, hijau, dan biru.
    • Teman-teman yang datang ke acara wisudaku antara lain adalah Dinda, Retno, Marshanda dan adiknya, Farhan dan orang tuanya, Clara, dan juga Sheila.
  2. Untuk memisahkan sebuah kalimat yang memiliki dua makna berlawanan (positif dan negatif). Contoh:
    • Meskipun game tersebut sangat mahal, tapi pengalaman yang ditawarkan sangatlah berkualitas.
    • Rosita tidak sedang bekerja, tetapi ia kuliah di salah satu universitas negeri di Surabaya.

Penggunaan titik

  1. Titik digunakan untuk mengakhiri kalimat.
  2. Singkatan yang berupa titel. Jika singkatan berada di akhir kalimat, tidak perlu ditulis titik dua kali. Contoh: S.H., K.H., B.Sc., Super Mario Bros. (Bros. diberi titik karena singkatan dari brothers).

Penulisan bilangan/angka

  1. Untuk menulis bilangan yang terdiri dari dua kata atau kurang, gunakan huruf. Untuk bilangan yang penulisannya lebih dari dua kata, gunakan angka. Contoh:
    • Setiap hari Erfan melakukan push-up sebanyak lima puluh kali.
    • Sejauh ini dia sudah 23 kali melakukan kesalahan.
    • Lima aplikasi terbaik untuk mencari teman kencan.
  2. Peraturan di atas tidak berlaku untuk tanggal atau rincian berurutan. Contoh:
    • Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945.
    • Korban bencana mendapatkan bantuan berupa 150 boks Indomie, 75 karung beras, dan 5 rim selimut.
  3. Untuk menulis uang, mata uang dan nominal uang ditulis dengan menggunakan simbol dan tidak perlu diberi spasi. Selain itu mata uang asing harus kita konversikan menggunakan Google, ditambah dengan kata “sekitar”. Contoh:
    • Dia menjual koleksi pribadinya tersebut dengan harga Rp100.000.
    • Game tersebut akan dijual seharga $35 (sekitar Rp462.000).
    • Game besutan Artoncode ini berhasil melewati target CA$68.000 (sekitar Rp710 juta) di kampanye Kickstarter mereka.
  4. Penulisan satuan (MB, MP, dan lain-lain) menggunakan spasi. Contoh:
    • Smartphone terbaru besutan Asus ini dibekali kamera berkekuatan 24 MP.
    • Grand Theft Auto V mensyaratkan ketersediaan kapasitas hard disk sebesar 65 GB.
  5. Penulisan persentase.
    • Penulisannya menggunakan aturan yang sama dengan penulisan angka. Kecuali di judul, persen ditulis tidak dengan simbol (%) tapi dengan kata “persen”. Contoh:
      • Lima puluh persen gamer penyuka RPG adalah pemain RTS.
      • Judul Artikel: Steam Berikan Diskon Sampai dengan 80%
    • Untuk penulisan persentase yang tidak bulat. Contohnya 12,558 persen dibulatkan menjadi dua koma di belakang (12,55 persen).

Penulisan huruf kapital

  1. Awal kalimat.
  2. Nama orang, tempat, hari, bulan, hari besar, nama agama, kitab, nama Tuhan atau dewa.
  3. Beberapa kata yang biasa ditulis kecil akan menjadi kapital jika dibarengi dengan kata-kata tertentu. Contoh:
    • Kota Bandung, Kota Kembang, Danau Toba, Asia Tenggara.
  4. Jika nama daerah digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu, maka ditulis kecil dengan nama daerah yang besar. Contoh:
    • Sandi kagum melihat harimau Sumatera.
    • Banyak orang Indonesia yang menyukai pempek Palembang.
    • Tambahan: Jangan tertukar dengan istilah yang tidak sesuai dengan geografis. Contoh: kunci inggris, gula jawa, petai cina.
  5. Penulisan singkatan memiliki beberapa aturan berbeda.
    • Singkatan yang dibentuk dari huruf pertama setiap kata maka ditulis dengan kapital semua. Contoh: MPR, ITB, PDI.
    • Singkatan yang dibentuk dari suku kata dan merupakan nama badan ditulis kapital hanya di huruf pertama. Contoh: Menkominfo, Bapenas, Pramuka.
    • Singkatan yang dibentuk dari suku kata ditulis dengan huruf kecil semua. Contoh: tilang, pemilu, sosbud.
  6. Nama gelar atau jabatan yang diikuti nama orang, pengecualian untuk dokter (dr.). Jika tidak diikuti nama jangan ditulis kapital. Contoh:
    • Saya bertemu Presiden Donald Trump.
    • Setelah lulus S3, dia dipanggil Dr.Adnan. -> tanpa spasi
    • Squall berobat ke dr.Kadowaki. ->tanpa spasi
    • Adiknya bercita-cita ingin menjadi presiden.

Penulisan kalimat langsung

  1. Biasanya digunakan pada kutipan dari hasil wawancara.
    • Penulisannya menggunakan kutip dua dan diakhiri dengan koma. Contoh:
      • “Setiap jamur bisa diolah menjadi makanan dan dijadikan karya seni,” jelasnya.
    • Diakhiri dengan titik bila subjek sudah memberikan pernyataan. Contoh:
      • Irawan mengatakan, “Game ini jelas bisa diselesaikan dalam semalam.”

Panduan menulis judul

Judul adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah tulisan. Beberapa dari kamu mungkin bertanya, kalau memang sebegitu pentingnya, kenapa dia malah ditaruh di bagian bawah dari panduan? Justru karena judul itu sangat penting, waktu yang paling tepat untuk menyiapkan judul artikelmu adalah ketika tulisan sudah selesai kamu buat dan siap kamu publikasikan. Meskipun memang kadang ada tulisan yang justru berkembang dari sebuah ide judul.

Berikut adalah-adalah panduan umum kami dalam menulis judul:

  1. Semua kata diawali dengan huruf kapital. Pengecualian untuk kata sambung bersifat partikel seperti di, ke, dari, untuk, dan, atau, dalam, dan lainnya.
  2. Kata-kata yang perlu ditulis miring di dalam artikel, ditulis miring juga di judul dengan menggunakan kode yang mengurung kata tersebut. Contoh:
    • Kumpulan Game Android Terbaru Minggu Ini – Ghosts of Memories, Subterfurge, dan Lainnya
    • Kumpulan Situs Penyedia Cloud Hosting Lokal untuk Startup
  3. Penggunaaan tanda kutip di judul merujuk pada istilah yang memiliki arti khusus. Contoh:
    • Mengenal Lebih Dekat Deretan “Amunisi” Baru Microsoft
    • Nintendo Berencana Menggunakan Skema “Free-to-Start” untuk Game Mobile Mereka Nanti
  4. Untuk penulisan judul artikel yang berupa daftar, dimulai dengan angka. Contoh:
    • 10 Universitas Negeri dan Swasta Terbaik di Bandung.
    • 4 Tips untuk Kamu yang Berencana Lulus S1 Tepat Waktu

Aturan ekstra

Berikut adalah beberapa aturan tambahan yang khusus diterapkan di CalonMahasiswa.com. Aturan ini diciptakan demi menjaga kualitas artikel supaya lebih nyaman dibaca:

  1. Keep It Simple. Jangan menyampaikan hal yang seharusnya simpel dengan panjang dan ribet. Tujuan utama kita adalah agar pembaca mudah memahami artikel kita, bukan agar kita terlihat pintar.
  2. Gunakan istilah-istilah yang lebih umum daripada memilih menggunakan kata-kata yang terkesan berat. Kecuali kalau kata berat tersebut memang memiliki fungsi untuk menjelaskan topik dengan lebih ringkas dan baik.
  3. Hindari mengulangi kata yang sama dalam satu kalimat atau satu paragraf.
    • Contoh: Anda sebaiknya tidak melakukan hal tersebut, karena hal-hal semacam itu akan berakibat hal buruk.
    • Idealnya: Anda sebaiknya tidak melakukan hal tersebut, karena bila tetap nekat dilakukan akan berdampak buruk.
  4. Hindari pemakaian kalimat pasif.
    • Contoh: Buku itu tidak sengaja terbawa olehnya.
    • Lebih baik: Ia tidak sengaja membawa buku itu.
  5. Usahakan tidak membuat paragraf yang terlalu panjang dan tampak seperti wall of text.
  6. Hindari menggunakan singkatan seperti “dll” atau “dsb”.