Kamu calon mahasiswa dan berencana untuk kerja ketika sudah jadi mahasiswa nanti? Ya, kamu sudah berada di tempat yang tepat. Melalui tulisan ini, saya akan berbagi apa saja pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa berdasarkan pengalaman pribadi saya.

Pekerjaan yang Cocok untuk Mahasiswa

1. Penulis Lepas

menulis adalah salah satu pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa

Penulis lepas atau yang lebih dikenal dengan sebutan penulis freelance adalah sebutan untuk orang yang pekerjaannya menulis artikel sesuai pesanan klien.

Cara kerjanya biasanya seperti ini. Perusahaan menghubungi penulis freelance dan memintanya untuk menulis artikel dengan tema dan ketentuan tertentu. Jika artikel sudah ditulis, si penulis mengirimkan artikel tersebut via email. Jika dirasa oke, artikel tersebut akan langsung dipublikasikan di media tertentu. Jika dirasa masih ada yang kurang dari artikel itu, maka pihak perusahaan akan meminta si penulis artikel untuk merevisi artikel tersebut.

Cara kerja seperti yang saya gambarkan di atas tidak persis antar satu perusahaan dengan satu perusahaan lainnya.

Ada perusahaan yang meminta penulis freelance untuk mengirimkan hasil pekerjaan melalui email; ada juga perusahaan yang meminta penulis freelance untuk mengirimkan hasil pekerjaan melalui platform kerja bareng semacam Trello; dan ada juga perusahaan yang meminta penulis freelance untuk menulis pekerjaan di platform tertentu, seperti Google Docs.

Jika perusahaan dan penulis freelance terhubung melalui platform penghubung klien dan pekerja seperti Sribulancer, Projects.co.id, Fiverr, dan FastWork, maka pengiriman hasil pekerjaan biasanya dilakukan melalui platform tersebut.

Bagaimana mengenai fee-nya?

Mengenai fee, biasanya tergantung kesepakatan antara client dengan si penulis. Saya pribadi, antara tahun 2014-2015 mendapat bayaran sekitar Rp 100 ribu per artikel minimal 500 kata. Kalau katanya kurang dari 500 kata, maka bayarannya di bawah Rp 100 ribu per artikel.

Kalau kita bertransaksi di dalam platform semisal Sribulancer, Projects, Fiverr, dan FastWork, maka akan ada potongan sekitar 20 persen.

Jadi, kalau kamu dan client bertransaksi di platform-platform tersebut, maka ketika klien memberikan uang Rp 1 juta, yang kamu terima adalah Rp 800 ribu, Rp 200 ribu-nya menjadi milik perusahaan penyedia platform.

Berikut ini beberapa tips buat kamu yang berencana menjadi penulis freelance saat sudah jadi mahasiswa nanti.

Pertama, pelajari cara menulis yang baik.

Kedua, buat akun di platform-platform yang sudah tersebut di atas, lalu isi data diri dan buat profil semenarik mungkin.

Ketiga, pelajari ketentuan dan cara kerja di masing-masing platform.

Keempat, buat beberapa tulisan untuk portofolio. Untuk membuat portofolio, kamu bisa membuat blog pribadi dengan menggunakan platform WordPress.org. Atau, kirim tulisan ke beberapa website yang menerima kiriman tulisan dari pihak luar. Jika dimuat, simpan URL-nya. Lakukan hal yang sama untuk beberapa media lainnya. Kumpulan URL yang kamu simpan itu, itulah portofoliomu.

Oh ya, selain cara yang saya sebutkan di atas, ada juga cara lainnya, yaitu kamu cari media massa yang membuka peluang mahasiswa untuk mengirimkan artikel. Kalau ada media massa yang seperti itu, kamu tinggal kirimkan artikel buatanmu ke media tersebut. Kalau artikel dimuat, kamu akan mendapatkan honor.

Saya pribadi dulu semasa mahasiswa pernah mengirimkan beberapa artikel ke media massa dan dari sekian kiriman saya tersebut, yang sudah dimuat ada tujuh artikel. Tahun 2010, honor yang saya terima adalah Rp 100.000 per artikel 3.000 karakter. Saat ini tentu lebih besar lagi honornya.

2. Jualan Produk

Berjualan adalah salah satu pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa

Berjualan adalah salah satu pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa.

Apa yang bisa dijual? Macam-macam.

Bagaimana caranya? Macam-macam.

Kalau kamu pemula, kamu bisa mulai berjualan dengan menggunakan sistem dropship terlebih dahulu. Cukup menggunakan info dan foto produk yang sudah disiapkan oleh produsen atau distributor produk tersebut, kamu sudah bisa mulai berjualan.

Informasi detail tentang cara berjualan sistem dropship sudah banyak di luar sana. Silakan googling sendiri, ya. Nanti kalau jualan dropship-nya sudah untung, kamu bisa beralih menjadi reseller produk tersebut–membeli produk dan menyetoknya di tempatmu, kemudian kamu menjual produk tersebut serta mengirimkannya ke alamat pembeli langsung dari tempatmu.

Mengenai berjualan produk, produk yang bisa dijual ada banyak macamnya, begitu pula caranya. Silakan eksplorasi sendiri untuk menemukan produk apa yang ingin kamu jual dan bagaimana cara menjualnya (berjualan door to door, berjualan di bazar, berjualan di online marketplace, dll).

Kalau saya pribadi, sewaktu jadi mahasiswa dulu pernah menjual es buah, pernah juga berjualan produk bayi secara online.

Kalau yang jualan es buah, itu saya jualnya tidak langsung ke pembeli, tapi saya titipkan es buah-es buah buatan saya ke warung-warung atau kantin-kantin yang ada di sekolah dan pesantren. Hasilnya lumayan. Untungnya beberapa ratus ribu sebulan. Tapi capek dan memakan banyak waktu. Lantaran pekerjaan ini saya harus cuti. So, saya tidak menganjurkanmu untuk melakukan pekerjaan ini.

Adapun yang jualan produk bayi secara online, yang saya lakukan saat itu ialah saya beli produk secara grosir lalu saya menjualnya secara online. Channel marketing yang saya gunakan adalah Facebook.

Cara kerjanya, saya beriklan di Facebook. Calon pembeli yang tertarik dengan penawaran dalam iklan saya, mereka akan menghubungi saya melalui Facebook Messenger, BBM (BlackBerry Messenger), atau WhatsApp dan lalu terjadilah tanya-jawab.

Begitu tanya-jawab selesai dan mereka memutuskan untuk membeli, mereka akan memesan produk dan mentransfer sejumlah uang ke rekening saya.

Setelah memastikan uang yang ditransfer pembeli memang benar sudah masuk ke rekening saya, saya segera mempaketkan produk tersebut dan kemudian mengirimkannya ke alamat pembeli. Selesai.

3. Kurir Catering

Sewaktu jadi mahasiswa dulu saya pernah bekerja sebagai kurir makanan di sebuah catering yang menyediakan paket makan siang. Catering tersebut beralamat di Bintaro, Tangerang Selatan dan memiliki pelanggan dari daerah Tangerang Selatan dan Jakarta.

Jadi, pagi-pagi saya datang ke catering tersebut untuk mengambil sejumlah paket makan beserta alamat pelanggan, lalu saya antarkan paket-paket tersebut ke masing-masing pelanggan.

Dalam sehari ada sekitar enam sampai dengan delapan paket yang harus diantar sebelum jam makan siang. Begitu selesai, saya segera SMS ke atasan kalau semua paket pada hari itu sudah saya antarkan. Lalu saya pun pulang.

Berapa gaji kurir makanan? Pada tahun 2014, gaji saya sebagai kurir makanan adalah sebagai berikut.

  • Rp 900.000 / bulan (gaji pokok)
  • Rp 15.000 / hari (bensin)
  • Rp 10.000 / hari (parkir gedung)
  • Rp 25.000 / bulan (pulsa)
  • Rp 50.000 / bulan (service motor)

Kalau ditotal bisa dapat Rp 1.475.000 per bulan.

Jam kerja Senin s/d Jumat, pukul 8.30 s/d 12.00 WIB.

Pekerjaan kurir model ini cocok untukmu yang jadwal kuliahnya sore atau malam hari.

4. Auditor di Perusahaan Jasa Laundry

laundry

Tahu jasa laundry, kan? Yaitu tempat di mana kalau kamu lagi males nyuci, kamu bisa datang ke tempat itu dan menyerahkan pakaian kotormu untuk kemudian dibersihkan dan disetrika?

Nah, dulu saya pernah kerja di sebuah perusahaan jasa laundry sebagai auditor. Perusahaan ini memiliki beberapa cabang. Saat saya masuk, seingat saya ada dua belas cabang yang saya audit setiap bulannya.

Tugas saya cukup sederhana: mengecek apakah ada kecurangan yang dilakukan oleh karyawan. Caranya, saya mengecek uang masuk dan uang keluar serta melakukan stock opname. Dengan cara begitu, bisa ketahuan kalau ada customer yang sudah membayar tapi karyawan laundry belum mencatatnya di buku laporan.

Btw, sebenarnya saya tidak melamar bekerja auditor. Awalnya, saya melamar sebagai petugas laundry, yang tugasnya mencuci, mengeringkan, menyetrika, dan mempackingkan hasil setrikaan. Saya sempat ditraining selama dua minggu untuk melakukan semua itu. Namun, alhamdulillah, setelah training, sang manajer malah menawarkan saya posisi auditor, sebuah pekerjaan yang boleh dibilang lebih cocok untuk saya. Saat itu saya tidak menanyakan alasannya ke sang manajer. Khawatir beliau malah berubah pikiran. Akhirnya, saya hanya bisa berterima kasih kepada beliau sambil bersyukur dalam hati: alhamdulillah. Itulah rezeki.

Menurut saya, pekerjaan auditor di perusahaan laundry cocok untuk mahasiswa secara umum. Baik mereka yang kuliahnya di pagi atau sore hari, cocok untuk menjalankan pekerjaan ini.

5. Kerja Kantoran

kerja kantoran adalah pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa tingkat akhir

Berdasarkan pengalaman, kerja kantoran itu ternyata bisa dilakoni oleh mahasiswa. Syaratnya, sudah tidak ada lagi mata kuliah atau minimal mata kuliah yang harus diikuti tinggal sedikit (satu atau dua mata kuliah).

Jadi, kerja kantoran ini cocok untuk mahasiswa tingkat akhir.

Saya pribadi mulai kerja kantoran pada Oktober 2012 atau ketika saya berada di tahun keempat di kampus.

Demikian beberapa pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa berdasarkan pengalaman saya. Buat kamu yang merasa sulit untuk menjalani beberapa pekerjaan di atas, jangan khawatir, karena sebenarnya masih banyak lagi pekerjaan yang cocok untuk mahasiswa. Sebagian di antaranya ialah sebagai berikut:

  • Guru privat.
  • Pengajar di lembaga kursus.
  • Pelayan cafe.
  • Penerjemah.
  • Web developer yang menjual template atau website theme nya di situs semacam Themeforest, Creative Market, dan Mojo Themes.
  • Fotografer yang menjual foto karyanya di situs semacam Shutterstock, 123RF, dan BigStock.
  • Desainer grafis yang menjual karyanya di situs semacam Flaticon, Creative Market, dan Envato.
  • Freelance desainer grafis yang bekerja berdasarkan pesanan klien.
  • Dan masih banyak lagi.

Sekian. Semoga tulisan ini bermanfaat! Apapun pekerjaan yang kamu lakukan ketika sudah jadi mahasiswa nanti, pastikan itu adalah pekerjaan yang halal dan kamu giat serta sabar dalam menjalaninya.(*)

PS: Mohon maaf saya tidak mencantumkan foto-foto pribadi saya sewaktu menjalani pekerjaan-pekerjaan tersebut sewaktu masih mahasiswa dulu, karena memang tidak ada fotonya. Saat itu saya amat sangat pemalu, hehe.

Penulis

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyukai bidang digital marketing. Di waktu luang, Adnan mengelola CalonMahasiswa.com, sebuah blog yang didirikan untuk membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi dan tips yang mereka butuhkan.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup