Kamu mau kuliah tapi masih bingung tentang perbedaan D3 dan S1? Jangan khawatir, yuk cari tahu perbedaan antara ketiganya di sini.

Sebelum mengetahui apa bedanya D3 dan S1, mari kita mencari tahu terlebih dahulu apa itu D3.

Apa itu D3?

Semakin lama lapangan kerja semakin luas dan tenaga terampil yang dibutuhkan pun semakin. Hal itu menjadi salah satu alasan kenapa akhirnya diciptakan D3, yaitu program pendidikan yang dirancang agar lulusannya lebih cepat masuk ke dunia kerja.

dunia kerja
Ilustrasi: Kurhan/123RF.COM

Berkaitan dengan tujuan tersebut, hal-hal yang dipelajari di program D3 lebih cenderung ke arah praktik dan waktu yang harus ditempuh pun lebih cepat dibandingkan program S1.

Berapa lama kuliah D3?

Sebelumnya, sudah disebutkan bahwa program kuliah D3 lebih cepat ditempuh daripada program pendidikan S1. Secara umum, program D3 di Indonesia biasanya dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun, sedangkan program pendidikan S1 biasanya dapat diselesaikan dalam waktu empat s/d lima tahun.

Perbedaan D3 dan S1

Sebelumnya sudah disebutkan perbedaan D3 dan S1 dari segi waktu penyelesaian kuliah. Mahasiswa S1 lebih lama kuliahnya dibandingkan mahasiswa D3.

Mengapa demikian?

Saya pribadi belum tahu jawaban dari pertanyaan di atas. Namun, yang pasti, jumlah SKS (Sistem Kredit Semester) yang harus diselesaikan para mahasiswa S1 lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa D3. Minimal, mahasiswa S1 wajib mengambil SKS sebanyak 144 SKS. Mengapa harus seperti itu? Lagi-lagi saya belum tahu.

buku perkuliahan
Ilustrasi oleh tookapic dari Pixabay

Dengan beban SKS sebanyak ini, masa perkuliahan S1 otomatis menjadi lebih panjang daripada D3. Kalau D3 cuma memerlukan waktu tiga tahun, S1 bisa memerlukan waktu empat hingga lima tahun.

Selain beban SKS yang lebih banyak, bentuk tugas akhir mahasiswa S1 juga lebih berat, yaitu menyusun sebuah karya ilmiah bernama skripsi. Segala ilmu yang telah dipelajari harus diterapkan di dalam tugas skripsi tersebut, yang nantinya akan dipresentasikan di depan para dosen penguji ahli saat sidang skripsi.

Ada lagi, nih, perbedaan antara S1 dengan D3, yaitu jam perkuliahannya. Biasanya, mahasiswa S1 berkuliah dari pagi hingga siang hari (biasanya, mulai dari pukul 8 pagi). Sementara itu, D3 baru memulai kegiatan kuliah mereka pada siang hari (bisa dimulai dari pukul 11 siang atau pukul 1 siang setelah makan siang).

Walaupun lama kuliah D3 lebih singkat dibandingkan S1, tetapi lulusan D3 secara keterampilan tidak kalah dengan lulusan S1, karena program D3 memang dirancang untuk mencetak tenaga terampil yang siap kerja.

Jadi, mau pilih D3 atau S1?

S1 Ekstensi

Di beberapa universitas atau perguruan tinggi, disediakan program pendidikan Sarjana Ekstensi, yang ditujukan buat:

  • mereka yang sudah memperoleh gelar Diploma dan ingin meneruskan kuliah untuk meraih gelar Sarjana S1;
  • mereka yang sudah bekerja, tetapi ingin meraih gelar Sarjana S1;
  • mereka yang tidak lolos UMB (Ujian Masuk Bersama), tetapi ingin meraih gelar Sarjana S1.

Bagi yang sudah memperoleh ijazah Diploma, otomatis, akan ada penyetaraan beberapa mata kuliah saat mereka melanjutkan kuliah di Program Ekstensi. Biasanya, mata kuliah yang akan disetarakan adalah mata kuliah yang bersifat umum atau dasar.

Sebagai contoh, si A telah menyelesaikan masa studi Diploma di Jurusan Periklanan dan ingin meraih gelar Sarjana S1 untuk jurusan yang sama. Berarti, beberapa mata kuliah dasar umum (MKDU) dan mata kuliah dasar keahlian (MKDK) akan disetarakan dan nilainya dapat ditransfer. Si A tinggal mengambil mata kuliah lanjutan yang memang harus diambil dalam program perkuliahan Ekstensi.

Bicara waktu perkuliahan, biasanya, jam perkuliahan program Sarjana Ekstensi diadakan pada malam hari, dimulai pada pukul 19.00 hingga 21.00 WIB. Ada juga yang perkuliahannya berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

perkuliahan S1 ekstensi bisa berlangsung sampai jam 10 malam
Ilustrasi: Ilkin Quliyev/123RF/COM

Jadwal yang demikian mengikuti jadwal orang bekerja, karena, biasanya, mahasiwa program Ekstensi adalah orang-orang yang bekerja pada siang hari.

Bicara mata kuliah, umumnya, dalam satu hari, mata kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa program Sarjana Ekstensi berjumlah satu sampai dua mata kuliah. Sementara itu, pada program Sarjana Reguler, jumlah mata kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa bisa mencapai lima mata kuliah per harinya.

Selain itu, kuliah program Sarjana Ekstensi sering juga diadakan pada hari Sabtu. Pada hari itu, biasanya, jumlah mata kuliah yang diadakan lebih banyak daripada jumlah mata kuliah pada hari kerja (Senin-Jumat).

Oleh karena itu, mengikuti perkuliahan program Sarjana Ekstensi memang sedikit lebih berat. Tapi, kalau kamu memang punya niat kuat untuk menyelesaikan studi, insya Allah kamu pasti akan bisa!

Kesimpulan tentang Perbedaan D3 dan S1 Reguler serta S1 Ekstensi

JENIS PROGRAMLAMA TAHUNJAM MULAI KULIAH
D3311 siang
S1 Reguler4-58 pagi
S1 Ekstensi4-57 malam

Demikian penjelasan tentang perbedaan D3 dan S1. Apa pun program pendidikan yang kamu pilih, pastikan kamu memilih jurusan kuliah yang tepat, dan belajar dengan giat serta penuh semangat!(*)

Catatan: Penjelasan tentang perbedaan D3 dan S1 dalam tulisan ini, saya banyak mengambil referensi dari buku Siap Kuliah: Agar Kamu Tahu Bagaimana Jadi Mahasiswa karya Stilla Maanesh (Penerbit Gagas Media: Cetakan Pertama, 2009).

Tanya-Jawab Seputar Kuliah D3 dan S1

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar program pendidikan D3 dan S1, silakan simak tanya-jawab di bawah ini.

[1] D3 berapa semester?

Program D3 umumnya dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun atau enam semester.

[2] Title D3?

Tidak ada title atau gelar untuk lulusan D3.

[3] Kuliah dari D3 ke S1 berapa tahun?

Berdasarkan informasi yang saya dapat dari sebuah forum, kuliah dari D3 ke S1 paling cepat membutuhkan waktu dua tahun atau empat semester. Jadi, kalau lama kuliah D3 adalah tiga tahun, jika ditambah dengan D3 ke S1 yang membutuhkan waktu dua tahun, maka total waktu yang dibutuhkan untuk menjadi sarjana adalah lima tahun (dengan catatan kamu tidak mengambil cuti dan tidak banyak mata kuliah yang diulang di semester berikutnya).

[4] Transfer D3 ke S1 beda jurusan?

Beda jurusan boleh, yang penting linier dengan jurusan yang diambil sebelumnya. Misalnya, si Budi dulu kuliah D3 Jurusan Analis Kesehatan. Nah, si Budi ini boleh lanjut ke S1 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Atau, si Susi dulu kuliah D3 Sekretaris. Nah, si Susi ini boleh lanjut ke S1 Manajemen.

[5] Apa saja universitas yang menerima transfer d3 ke s1

Ada cukup banyak unversitas yang menerima transfer D3 ke S1. Beberapa yang terkenal adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Telkom Bandung, dan masih banyak lagi universitas lainnya. Silakan kunjungi website setiap kampus untuk melihat informasi atau tanyakan melalui akun media sosial yang dikelola oleh internal masing-masing kampus.

Bagaimana, setelah membaca artikel ini, kamu paham kan bedanya D3 dan S1? Kalau paham, alhamdulillah. Kalau belum dan kamu masih memiliki pertanyaan, silakan tulis pertanyaan kamu di kolom komentar, ya!

Penulis

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sehari-hari mengelola CalonMahasiswa.com, sebuah blog yang didedikasikan untuk membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi dan tips yang mereka butuhkan.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup