Menyabet gelar sarjana seolah menjadi sebuah kewajiban mutlak bagi setiap orang di masa kini. Hal itu dipengaruhi oleh suatu keadaan, di mana mayoritas lowongan pekerjaan yang tersedia diperuntukkan bagi pelamar yang memiliki tingkat pendidikan setara S1 atau sarjana.

Di antara sekian banyak perusahaan besar yang hanya ingin mempekerjakan karyawan yang bergelar sarjana atau di atasnya, 10 perusahaan kelas dunia berikut rupanya membuka kesempatan bagi para calon pekerja yang tidak memiliki gelar sarjana.

Google

Google

Perusahaan teknologi multinasional Amerika ini tak menjadikan gelar sarjana sebagai kualifikasi utama para pelamar kerja. Sebab dalam setiap lowongan pekerjaan yang dipasang oleh Google, perusahaan ini selalu mencantumkan keterangan equivalent practical experience di samping gelar pendidikan yang dibutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa Google akan memberikan kesempatan kerja bagi siapa saja yang memiliki pengalaman yang relevan dengan lowongan yang tersedia.

Selain itu, kesempatan yang Google berikan kepada para kandidat profesional berbagai bidang yang datang dari beragam latar belakang, membuat Google kaya akan proyek inovatif di seluruh dunia.

Penguin Books

Penguin Books Limited
Image source: www.penguinrandomhousecareers.co.uk

Penguin Books adalah sebuah perusahaan penerbit besar asal Britania Raya, yang berdiri sejak tahun 1935, dan pada tahun 2016, memutuskan untuk menghapus persyaratan gelar pendidikan pada lowongan kerja yang mereka pasang. Dalam deskripsi lowongan pekerjaan yang mereka buat, Penguin Books menuliskan bahwa mereka ingin membuka kesempatan bagi kandidat dengan latar belakang pendidikan yang lebih beragam, untuk dapat bekerja di dunia penerbitan.

Penguin Books yang berkantor pusat di London, Inggris, mulai 1 Juli 2013 lalu sudah berada di bawah naungan Penguin Random House, sebuah perusahaan penerbitan multinasional Amerika yang dibentuk pada tahun 2013 dan merupakan hasil dari gabungan (merger) antara Random House dan Penguin Group.

Apple

kantor Apple
Credit: Photo by Ribastank from Pixabay

Perusahaan teknologi multinasional Amerika yang bermarkas di Cupertino, California, ini memang kerap mencantumkan gelar pendidikan tertentu dalam lowongan pekerjaan yang dipasangnya. Hal itu dikarenakan beberapa jabatan di perusahaan Apple memerlukan kandidat dengan kompetensi tertentu, yang hanya dapat dibuktikan melalui pendidikan formal yang pernah ditempuh.

Walau demikian, Apple tetap memberikan kesempatan bagi kandidat yang memiliki kualitas yang perusahaan butuhkan untuk posisi Store Leader, yang mengepalai toko resmi Apple, atau posisi Genius, yang bertugas untuk memperbaiki kerusakan perangkat Apple yang dimiliki pelanggan.

IBM

IBM
Credit: “IBM Building in Amsterdam” by Mark Ahsmann, used under CC BY-SA 3.0

Rupanya pengalaman dipandang sebagai hal yang lebih utama dibandingkan gelar pendidikan oleh perusahaan teknologi informasi multinasional Amerika yang bermarkas di New York ini.

Ginni Rometty, sang CEO, berkata pada harian USA Today, bahwa tidak semua pekerjaan di bidang teknologi membutuhkan gelar. Hal ini membuat IBM lebih tertarik pada kandidat yang pernah ikut serta dalam pendidikan kejuruan atau memiliki pengalaman kerja yang relevan untuk beberapa jabatan di perusahaan. Jabatan-jabatan yang dimaksud adalah Workday HCM Engagement Manager, Privacy Consultant, CRM Architect, dan Compliance Officer.

Virgin Media

Virgin Media adalah sebuah perusahaan media quadruple play pertama di Britania Raya, yang menyediakan layanan televisi, internet, telepon genggam, serta jasa telepon. Perusahaan jaringan kabel serat optik terbesar di Britania Raya ini membuat pernyataan pada website-nya, bahwa sebuah gelar tidak dibutuhkan jika seseorang berkeinginan untuk bekerja di Virgin Media Business. Kandidat cukup memiliki kemauan untuk sukses, menjadikan pelanggan sebagai prioritas yang utama, dan bangga atas kualitas kerja yang dimiliki diri sendiri.

Intel

intel
Credit: “Intel Building IGK2” by Almondox, used under CC BY 3.0

Sekitar 80% posisi yang tersedia di perusahaan Intel memang merupakan posisi teknis yang memerlukan kandidat dengan kualifikasi pendidikan tertentu. Namun rupanya, Intel tidak menutup kesempatan bagi kandidat lainnya, yang mampu menawarkan sebuah kualitas kerja yang baik bagi perusahaan, meskipun tidak memiliki gelar. Hal itu dibuktikan lewat pernyataan seorang regional managerIntel pada Cosmopolitan US, bahwa perusahaan tersebut menawarkan posisi yang tak memandang gelar seperti bagian marketing, finance, atau bisnis.

Hilton

hilton
Credit: Photo by sattysingh from Pixabay

Setelah sederet kesempatan kerja tanpa pandang gelar ditawarkan oleh perusahaan teknologi multinasional, Hilton sebagai perusahaan perhotelan multinasional pun turut ambil bagian. Perusahaan ini telah berkembang di bidang industri perhotelan selama beberapa dekade. Hilton yang berdedikasi untuk mengembangkan kemampuan karyawannya pada setiap tingkatan di perusahaan, memberikan kesempatan bagi para kandidat untuk belajar dan berkembang dengan cepat, tanpa harus datang dari latar belakang pendidikan formal. Lowongan-lowongan yang tersedia lebih menitikberatkan pada pengalaman kerja kandidat dan jabatan yang pernah diduduki oleh kandidat di perusahaan sebelumnya.

Starbucks

starbucks
Starbucks Headquarters” by Kyle Taylor, used under CC BY 2.0

Perusahaan jaringan kedai kopi terbesar di dunia ini benar-benar memegang komitmennya pada nilai-nilai keberagaman yang mereka anut.

Mereka dengan senang hati membuka kesempatan bagi para anak muda untuk berkarir, lalu mendukung mereka untuk berkembang dengan dimulai dari nol.

Hal tersebut dibuktikan dengan presentase usia karyawan di Starbucks. Lebih dari 50% karyawan di Starbucks adalah anak-anak muda di bawah usia 24 tahun yang sedang memulai karir.

Selain itu, para karyawan dan barista Starbucks terdahulu pun memberikan ulasan yang memuaskan untuk perusahaan ini di platform Glassdoor.

Disebutkan bahwa Starbucks berhasil mempertahankan budaya kerja yang baik. Sebuah gelar sarjana juga bukan merupakan suatu penghalang bagi siapapun yang ingin datang melamar.

PWC

PWC
Credit: Photo by George Rex, used under CC BY-SA 2.0

PWC yang merupakan singkatan dari PricewaterhouseCoopers adalah perusahaan layanan profesional yang bermarkas di London. Perusahaan ini menyediakan berbagai layanan profesional seperti penasehat pajak, konsultan bisnis, aktuaria, dll.

Pada bulan April 2017, PWC mengumumkan bahwa para mahasiswa berkesempatan untuk bekerja sebagai akuntan dan konsultan manajemen resiko melalui program magang yang tersedia. Perusahaan percaya bahwa program ini dapat dijadikan sarana belajar para mahasiswa dan dapat menempa kemampuan mereka agar kelak siap untuk berkarir di bidang keuangan.

Ernst & Young

Ernst and Young
Credit: “Ernst & Young, Deutschland” by Euro Slice, used under CC BY 2.0

Satu lagi perusahaan layanan professional asal London yang memberikan kesempatan besar bagi para pelamar. Ernst & Young membuka peluang bagi para individu berbakat untuk bekerja di perusahaan ini, terlepas dari latar belakang yang dimiliki.

Ernst & Young pun telah mengumumkan secara resmi, bahwa mereka akan menghilangkan kualifikasi pendidikan dari kriteria yang ada pada lowongan kerja mereka. Hal itu dikarenakan Ernst & Young tidak menemukan adanya korelasi antara kesuksesan yang dicapai di universitas dan pencapaian yang didapat di kemudian hari.

Oleh karena itu, alih-alih menilai pelamar kerja berdasarkan ijazahnya, Ernst & Young lebih suka menggunakan tes online untuk menilai potensi orang-orang yang melamar kerja ke perusahaan mereka.


Itulah kesepuluh perusahaan kelas dunia, yang menawarkan berbagai kesempatan kerja bagi para pelamar, tanpa melihat latar belakang pendidikan mereka. Rupanya, attitude (adab, tingkah laku) dan keahlian dinilai lebih berharga oleh perusahaan-perusahaan besar tersebut.

Jadi, disamping menuntut ilmu dengan giat agar prestasi akademis lebih gemilang, jangan pernah lupa untuk senantiasa memperbaiki attitude dan meningkatkan keahlian.[]

Referensi

Wright, Dusty Baxter 2018, ‘The Big Companies Where You Don’t Need a Degree to Get a Job’, Cosmopolitan, 18 April, diakses pada tanggal 17 Januari 2019, <https://www.cosmopolitan.com/uk/worklife/campus/a19619837/jobs-big-companies-without-degree/>.

Priyadarshini, Manisha 2018, ‘These Companies Will Hire You Even Without A College Degree; Apply Now!’ Fossbytes, 24 Agustus, diakses pada tanggal 17 Januari 2019, <https://fossbytes.com/companies-needing-no-college-degree/>.

Sheriff, Lucy 2015, ‘Ernst & Young Removes University Degree Classification From Entry Criteria As There’s ‘No Evidence’ It Equals Success’, The Huffington Post UK, 8 April, diakses pada tanggal 17 Januari 2019, <https://www.huffingtonpost.co.uk/2016/01/07/ernst-and-young-removes-degree-classification-entry-criteria_n_7932590.html>.

Audrey D. Alodia
Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar