Setiap calon mahasiswa pasti bercita-cita ingin menjadi mahasiswa yang berprestasi ketika sudah kuliah nanti.

Untuk bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi, terutama di bidang akademik, seorang mahasiswa harus belajar dengan sungguh-sungguh.

Supaya bisa belajar dengan maksimal, seorang mahasiswa harus memiliki tubuh yang sehat. Bagaimana bisa belajar dengan maksimal kalau jarang kuliah karena sering sakit?

So, sebagai calon mahasiswa, kamu harus memiliki pola hidup yang sehat. Jika belum memilikinya, kamu harus membiasakannya dari sekarang.

Apa saja yang harus dilakukan dan dibiasakan supaya kamu memiliki pola hidup yang sehat? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Mengonsumsi Makanan Bergizi

makanan bergizi
Foto oleh Trang Doan dari Pexels

Ini adalah salah satu komponen yang paling penting. Sering sekali seorang mahasiswa tidak memperhatikan asupan makanannya. Setiap hari makan fast food serta jajan sembarangan. Makanan yang siap saji dan berasa micin adalah makanan kesukaan anak muda. Tidak heran, makanan berbumbu seperti kentang barbeque, tempe mayonais, fried chicken dan lain-lain yang paling laku di kalangan mahasiswa. Memakan-makanan seperti itu boleh, hanya saja tidak boleh terlalu sering karena mengganggu pencernaan. Konsumsilah makanan tinggi vitamin dan tinggi serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

2. Hindari mie instan

mie instant
Sumber: pxhere.com

Salah satu fenomena yang tidak asing lagi di kalangan mahasiswa yaitu mengonsumsi mie instan. Saking fenomenalnya, ini dijadikan bahan penelitian loh! Berdasarkan hasil penelitian Katmayanti dan Ulfah (2016), mahasiswa sudah mengetahui potensi bahaya mi instan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu lama namun belum dapat menghindari nikmatnya mie instan itu sendiri. Menurut hasil penelitian Arza (2017), disimpulkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi konsumsi mie instan dikalangan mahasiswa yaitu pengaruh teman sebaya. Ternyata makan mie instan ini sudah menjadi salah satu pola hidup yang menjamur di kalangan mahasiswa.

Menurut penelitian yang dilakukan para ahli dari Baylor University dan Harvard University yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition menghasilkan fakta mengejutkan bahwa jika kita rutin mengonsumsi mie instan, maka risiko untuk terkena penyakit jantung dan stroke bisa meningkat dengan signifikan loh! Mie instan juga menyebabkan keganasan pada usus loh! Anak muda jangan rusak kesehatanmu dengan mie instan ya. Memang nikmat tapi tidak baik untuk kesehatan.

3. Olahraga teratur

main basket

Olahraga itu penting untuk dilakukan. Meskipun secara fisik melelahkan, olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan hidup kita. Dengan olahraga aliran darah di dalam tubuhmu akan lebih lancar dan oksigen akan sampai ke setiap sel dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan tubuhmu tetap fit. Pernah ngerasa ga kalau setelah olahraga pagi itu kita makin semangat menjalani hari kita?

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkap hubungan olahraga dengan kondisi kesehatan mental. Mereka yang berolahraga beberapa kali seminggu memiliki kesehatan mental yang lebih baik daripada mereka yang tidak berolahraga.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry (2018) menyatakan berolahraga selama sekitar 45 menit sebanyak tiga hingga lima kali seminggu, akan memberikan manfaat yang besar untuk kesehatan fisik dan mental kita.

So guys, sesibuk apapun harus tetap olahraga ya. Supaya kesehatan kita tetap terjaga.

4. Istirahat Yang Cukup

istirahat yang cukup
Foto oleh Ivan Obolensky dari Pexels

Istirahat yang cukup adalah bagian yang penting dalam menjalani pola hidup sehat. Kebutuhan istirahat dan tidur setiap individu berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. National Sleep Foundation merekomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam.

Pada usia dewasa muda, sering sekali memiliki kebiasaan begadang. Begadang demi melakukan aktivitas yang bermanfaat seperti mengerjakan tugas yang menumpuk, ataupun juga melakukan aktivitas yang kurang bermanfaat seperti bermain game dan menonton drama.

Begadang itu merugikan kamu guys, bisa membuat fokusmu berkurang dalam menangkap materi kuliah yang diberikan. Hal ini dibuktikan dari Penelitian di Universitas Birmingham yang menyatakan terlampau sering begadang, bisa bikin kemampuan otak cenderung menurun dalam hal konektivitas.

Dalam studi yang dilakukan di University of Surrey, Inggris, orang yang sering begadang berada pada risiko yang lebih besar mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, gangguan psikologis, gangguan pencernaan, gangguan neurologis dan masalah pernapasan.

Memiliki waktu tidur yang kurang juga setara dengan mengonsumsi racun atau menjalani pola makan yang buruk. Oleh karena itu, sesibuk apapun kamu, usahakan untuk selalu beristirahat dan tidur dengan cukup ya guys.

5. Hindari rokok

no smoking
No Smoking” by Free Images, is licensed under CC BY 2.0

Hasil penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Institut Kanker Nasional AS mengatakan bahwa rokok merugikan baik dari masalah ekonomi maupun masalah kesehatan. Bila kita lihat dari masalah ekonomi, merokok telah membebani biaya ekonomi global lebih dari 1 triliun Dollar AS. Bila kita pandang dari masalah kesehatan rokok juga diperkirakan akan membunuh lebih banyak orang pada tahun 2030.

Telah diidentifikasi bahwa dalam asap rokok atau sigaret terdapat lebih dari 8.000 bahan kimia atau komponen asap). Lembaga kesehatan masyarakat telah menggolongkan sekitar 100 dari bahan kimia tersebut sebagai penyebab potensial berbagai penyakit yang berhubungan dengan merokok seperti kanker paru-paru, penyakit pembuluh kardiovaskuler, dan emfisema.

Salah satu kandungan rokok adalah nikotin, zat ini merupakan zat yang menimbulkan kecanduan, tapi bukan penyebab utama dari penyakit yang berhubungan dengan merokok. Karbon monoksidalah salah satu penyebab besarnya, zat ini dikenal sebagai penyebab utama penyakit kardiovaskuler (penyakit jantung) pada perokok.

Asap rokok pasif yang juga dikenal sebagai asap tembakau lingkungan (environmental tobacco smoke [ETS]) adalah kombinasi asap yang keluar dari ujung rokok yang menyala serta asap yang dikeluarkan perokok. Lembaga kesehatan masyarakat, termasuk WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyimpulkan bahwa asap rokok pasif menyebabkan penyakit, termasuk kanker paru-paru dan penyakit jantung, baik itu pada orang dewasa yang bukan perokok, maupun juga pada anak-anak. Pada anak-anak yang sering terpapar asap rokok akan memiliki penyakit seperti asma, infeksi saluran pernapasan, batuk, mengi (nafas berbunyi), otitis media (infeksi telinga tengah), dan sindrom kematian bayi mendadak.


Bagaimana tips diatas teman-teman? Tidak susah kan untuk menjalani pola hidup yang sehat? Jika kamu merasa kesulitan, sebenarnya itu karena kamu belum mencobanya dan membiasakannya. Nanti kalau sudah terbiasa, pasti kamu akan mengakui bahwa pola hidup sehat sesungguhnya sangat mudah untuk dijalani.(*)

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan

Katmawanti S, Ulfah N H. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pola Konsumsi Mi Instant Pada Mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Malang: FIK Universitas Negeri Malang, 2016.

Arza A E I. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Mie Instan Pada Mahasiswa. Padang: Universitas Negeri Padang, 2017.

Shin. Can Instant Noodles Lead To Heart Disease, Diabetes and Stroke? Dallas: Baylor Scott & White Health, 2014.

Chekroud, Sammy R, Ralitza Gueorguieva, Amanda B Zheutlin, Martin Paulus, Harlan M Krumholz, John H Krystal, Adam M Chekroud. Association between physical exercise and mental health in 1·2 million individuals in the USA between 2011 and 2015: a cross-sectional study. The Lancet Psychiatry, 2018.

JA, Weiss, Isaacs B, Diepstra H, et al. Health Concerns and Health Service Utilization in a Population Cohort of Young Adults with Autism Spectrum Disorder. Journal of Autism and Developmental Disorders, 2018.

VU, Ekpu and Brown AK. The Economic Impact of Smoking and of Reducing Smoking Prevalence: Review of Evidence. Tob Use Insights, 2015.

Penulis

Seorang dokter yang suka menulis dan merupakan alumni Jurusan Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup