Perubahan yang terjadi saat kita beralih dari masa SD ke SMP, maupun SMP ke SMA, tidak terlalu terlihat dan terasa. Lain halnya dengan peralihan masa SMA ke kuliah, yang mana sebuah lompatan besar terjadi dalam hidup kita. Dulu kita hanyalah siswa dengan perlengkapan seragam yang harus dikenakan setiap hari dan sejumlah aturan sekolah yang harus ditaati. Namun kini, kita adalah seorang siswa dengan gelar “maha” yang mulai diberikan ruang untuk dapat bebas berpikir dan mengeksplorasi diri.

Banyak hal berubah dan kadang kita merasa kewalahan menghadapinya. Dimulai dari jadwal mata kuliah yang cukup acak, teman-teman yang mulai beragam dan tidak dapat setiap waktu selalu bersama, hingga keputusan yang mesti diambil tentang tempat tinggal selama kuliah. Kadang kita bertanya pada diri sendiri, “Saat kuliah nanti, di mana kira-kira aku harus tinggal?”

Hal itu tentu bergantung pada banyak hal. Coba ajukan beberapa pertanyaan berikut pada dirimu sendiri:

  • Di mana aku berkuliah? Di dalam kota atau di luar kota?
  • Jika di dalam kota, seberapa jauh jarak rumahku dengan kampus?
  • Apakah kondisi keuangan kedua orang tuaku baik?

Jika kamu berkuliah di luar kota, kamu tentu tidak bisa tinggal di rumah orang tuamu. Gugurlah satu pilihanmu, dan tinggallah dua pilihan tersisa, yakni tinggal di asrama atau sewa kamar kos.

Jika kamu berkuliah di kota yang sama dengan tempat tinggalmu, kamu bisa tinggal di rumah orang tuamu. Namun kamu perlu mempertimbangkan jarak rumahmu ke kampus, apakah jauh atau tidak? Jika dekat, sudah tentu kamu tidak perlu tinggal di asrama atau kos. Terkecuali kamu menerima beasiswa tertentu yang mengharuskan kamu tinggal di asrama, atau kamu berkuliah di universitas yang memiliki program dengan kebijakan bahwa seluruh mahasiswa baru harus tinggal di asrama selama satu tahun.

Bagaimana jika jarak rumahmu ke kampus jauh? Nah, jika kamu difasilitasi kendaraan oleh orang tua, kamu tetap bisa tinggal di rumah. Namun jika tidak, kamu bisa berdiskusi dengan orang tuamu, bahwa kamu perlu tinggal di asrama kampus atau kamar kos yang dekat dengan tempat kuliah.

Mengapa perlu berdiskusi dan tidak langsung meminta? Karena kamu perlu mengenal dengan baik kondisi keuangan kedua orang tuamu. Jika kedua orang tuamu berkecukupan atau mengizinkanmu untuk tinggal di asrama kampus atau sewa kamar kos, kamu bisa memilih opsi itu. Namun jika kedua orang tuamu tidak menyanggupi permohonanmu untuk tidak tinggal di rumah karena masalah finansial, kamu perlu mengerti dan tidak memaksakan kehendakmu untuk menambah anggaran rumah tangga. Perjuanganmu selama empat tahun ke depan dengan pulang-pergi rumah-kampus dengan jarak yang cukup jauh tentu akan berbuah manis. Mentalmu akan terbentuk dengan sangat baik, karena kamu terbiasa berjuang keras.

Namun banyak mahasiswa yang berubah pikiran mengenai tempat tinggal mereka semasa kuliah di semester dua atau tiga. Biasanya, mahasiswa yang berkuliah di dalam kota dengan jarak rumah yang cukup jauh, memilih untuk tinggal di tempat kos saat semester dua atau tiga, karena kegiatan kampus yang amat padat. Namun tetap, keinginanmu untuk sewa kamar kos perlu didiskusikan dengan kedua orang tua terlebih dahulu, agar kamu mengerti kondisi keuangan orang tuamu. Lain halnya jika kamu memiliki pekerjaan sambilan dengan penghasilan yang mencukupi untuk membayar sewa kos.

Jika kamu masih merasa kesulitan untuk memutuskan apakah kamu perlu tinggal di rumah, asrama, atau kos, kamu bisa lebih mempertimbangkannya lagi setelah membaca kelebihan dan kekurangan tinggal di ketiga tempat tersebut berikut ini:

Tinggal di Rumah Bersama Orangtua

Kelebihan:

  • Kamu akan merasa lebih nyaman karena kamu tinggal di rumahmu sendiri. Tinggal di asrama atau di kamar kos sebenarnya tidak semudah yang kamu kira. Kamu yang terbiasa dibantu dan diurus oleh ibumu, memerlukan proses adaptasi yang cukup panjang jika kamu tinggal di asrama atau kos, yang mengharuskan segalanya dilakukan sendiri.
  • Keuangan akhir bulan cukup aman. Meski uang sakumu hampir habis di pertengahan bulan, kamu tetap bisa bertahan hidup sampai akhir bulan, karena kamu tinggal dan makan di rumah. Kamu bisa mengakalinya dengan membawa bekal ke kampus. Kamu pun tidak perlu repot memikirkan bagaimana harus bayar kos.
  • Kamu bisa bertemu dengan orang tuamu setiap hari. Percaya atau tidak teman-temanmu yang tinggal di asrama atau kos, sering merindukan kedua orang tuanya. Kamu beruntung bisa bertemu dengan mereka setiap sore atau malam. Sedangkan teman-temanmu perlu menunggu waktu satu minggu, satu bulan, atau bahkan setahun, untuk dapat bertemu dengan orang tua mereka.

Kekurangan:

Kekurangan tinggal di rumah hanya satu, tetapi cukup berarti untuk masa depanmu. Kamu jadi tak semandiri teman-temanmu yang tinggal sendiri. Kamu yang terbiasa mendapatkan “nyawa tambahan” saat uangmu mulai habis, jadi tidak belajar bagaimana caranya bertahan hidup hanya dengan sedikit “nyawa” yang tersisa. Kamu jadi tidak tahu, bagaimana rasanya berjuang sendirian menjalani hidup tanpa campur tangan orang tua – meskipun kamu masih suka dikirimi uang tiap bulan.

Tinggal di Asrama Mahasiswa

Kelebihan:

  • Kamu akan jadi lebih mandiri, karena tinggal jauh dari orang tua. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tinggal sendirian semasa kuliah akan membentuk mentalmu, karena kamu akan belajar caranya bertahan hidup sendirian.
  • Kamu akan bertemu dengan teman-teman baru. Jenis kamar yang disediakan asrama kampus cukup beragam, namun biasanya, satu kamar asrama diisi oleh lebih dari satu mahasiswa. Hal itu akan memberikanmu kesempatan untuk berkenalan dengan teman baru.
  • Ada beragam kegiatan menarik yang dapat kamu ikuti. Biasanya, asrama kerap menggelar kegiatan tambahan seperti pelatihan kepemimpinan atau ajang berkenalan dengan sesama penghuni asrama. Kegiatan yang digelar di asrama akan menambah wawasan dan memperluas jaringan pertemananmu.
  • Harganya lebih murah. Harga kamar asrama di kampus biasanya jauh lebih murah dibandingkan sewa kamar kos. Hal ini sedikit banyak dapat membantu keuangan kedua orang tuamu.

Kekurangan:

  • Jauh dari orang tua. Jika kedua orang tuamu tidak tinggal di kota yang sama dengan tempat asramamu berada, kamu tentu tidak bisa tiap saat pulang untuk bertemu dengan mereka. Kamu harus bersabar hingga akhir minggu atau menunggu beberapa bulan, untuk dapat pulang ke rumah.
  • Aturan yang lebih ketat dibanding kos. Aturan yang diterapkan di asrama cukup beragam, tetapi beberapa asrama menerapkan aturan ketat bagi seluruh penghuninya. Kamu tidak bisa pulang terlalu malam karena ikut acara atau rapat di kampus. Hal itu tentu membatasi gerakmu.

Tinggal di Indekos (Ngekos)

Kelebihan:

  • Sama seperti asrama, kamu akan jadi pribadi yang lebih mandiri, karena kamu tidak tinggal bersama orang tua.
  • Meskipun bergantung pada kebijakan masing-masing pemilik kos, biasanya kamu akan lebih bebas dibandingkan teman-temanmu yang tinggal di asrama. Kamu tidak perlu menambah kesibukan dengan kegiatan yang biasa digelar seperti di asrama, dan jam malammu biasanya jauh lebih fleksibel. Hal itu membuat kamu mendapatkan kesempatan untuk dapat ikut banyak kegiatan kampus.

Kekurangan:

  • Masih sama seperti asrama, kamu akan tinggal jauh dari orang tua, jadi kamu tidak bisa tiap saat pulang ke rumah saat kamu merindukan mereka. Terkecuali jika kamu tinggal di tempat kos yang ada di kota yang sama dengan tempat tinggalmu.
  • Harganya jauh lebih mahal. Karena indekos dikelola oleh pribadi, pemilik kos jadi bebas menentukan harga kamar yang disewakan. Berbeda dengan asrama kampus yang dikelola oleh universitas.

Itulah kelebihan dan kekurangan dari tinggal di rumah, asrama kampus, atau kos, yang bisa kamu pertimbangkan sebelum membuat keputusan. Jika boleh memberikan saran, jika memungkinkan, sebaiknya kamu merasakan tinggal di ketiga tempat tersebut selama kuliah. Dengan begitu, kamu akan memiliki pengalaman yang lebih kaya ketimbang mereka yang hanya merasakan tinggal di satu tempat saja.

Featured image credit: Freddy Cahyono/123RF.COM

Audrey D. Alodia
Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar