Di usia berapa kamu mulai bersekolah? Enam atau tujuh tahun dan duduk di kelas 1 SD? Atau bahkan ada di antara kamu yang sudah duduk di bangku kelas 1 SD sebelum menginjak usia 6 tahun? Usia yang masih sangat muda dan bukan merupakan suatu keputusan yang salah jika orang tuamu memulai masa pendidikanmu lebih awal.

Jika dihitung-hitung, hingga kini kamu sudah duduk di bangku kelas 12 SMA, sudah berapa lama kamu mengenyam bangku pendidikan? 12 tahun bukan? Meskipun di masa kini, banyak di antara teman-teman kita – dan mungkin kamu lagi salah satunya – yang mengenyam pendidikan hingga tamat SMA dengan durasi yang tidak sampai 12 tahun, karena adanya kelas akselerasi. Lantas bagaimana rasanya bersekolah hingga kelas 12 SMA dengan masa pendidikan yang sebentar? Apa jadwal belajarmu jadi sangat padat? Adakah waktu untuk sedikit bersantai dan mencurahkan perhatian pada hobimu?

Lama masa pendidikan masing-masing di antara kamu hingga kelas 12 SMA tentu beragam. Ada yang pas selama 12 tahun, lebih sebentar karena akselerasi, dan mungkin ada pula yang lebih dari 12 tahun karena satu dan lain hal. Seberagam apapun lamanya masa pendidikan kalian, pertanyaan selanjutnya yang ingin diajukan sesungguhnya sama.

Apa kalian perlu lanjut berkuliah setelah kurang lebih 12 tahun lamanya belajar?

Sebagian besar di antara kamu tentu akan menjawab “ya” dengan berbagai alasan. Sebab yang menarik di sini adalah bukan jawaban “ya” atau “tidak”-nya kamu perlu melanjutkan pendidikan setelah belajar selama 12 tahun, tetapi alasan yang dikemukakan setelah kamu menjawab “ya”. Jadi, apa alasanmu merasa perlu untuk lanjut berkuliah setelah belajar selama 12 tahun?

Kamu boleh beralasan bahwa dengan berkuliah, lapangan pekerjaan yang tersedia untukmu menjadi lebih luas. Berbagai kesempatan ditawarkan bagi kamu yang menamatkan pendidikan tinggi. Selain itu, perusahaan memang banyak melirik tenaga kerja yang merupakan lulusan perguruan tinggi.

Namun alasan mengapa kamu harus berkuliah sesungguhnya lebih besar dan hebat daripada itu. Alasan mengapa kamu harus terus belajar hingga di institusi pendidikan yang lebih tinggi adalah lebih dari sekadar gelar yang akan membawamu ke jenjang karir yang lebih baik. Alasan mengapa kamu harus merasakan nikmatnya jadi mahasiswa sesungguhnya lebih dari sekadar gambaran masa depan yang lebih terang.

Karena sesungguhnya belajar di institusi pendidikan tinggi adalah kesempatan emas bagimu untuk mengembangkan pola pikir dan mengasah dirimu menjadi manusia yang lebih unggul. Jauh, jauh sebelum kamu berangan-angan tentang karir, materi, dan kehidupan yang lebih baik, sesuatu yang ada di depan matamu tentang dunia perkuliahan adalah kesempatan emas yang satu ini. Kesempatan di mana kamu bisa membentuk dirimu sebaik-baiknya.

Pertama-tama, kamu bukan lagi seorang siswa yang dicita-citakan banyak orang agar jadi manusia yang sekadar terdidik dan terpelajar. Kamu lebih daripada itu. Setelah gelar “maha” disematkan di depan status “siswa”-mu, kamu mendapatkan privilese untuk berpikiran bebas dan kritis. Kamu berhak mempelajari sesuatu yang kamu sukai sedalam-dalamnya hingga kamu jadi seorang ahli di usia muda. Kamu berhak menggunakan ilmu yang kamu terima untuk mengabdi dan memberikan kontribusi yang positif pada masyarakat. Kamu berhak menjadi agen perubahan dari suatu keadaan yang penuh ketidakadilan. Privilese yang sebelumnya mungkin belum kamu dapatkan karena gerakmu yang cenderung dibatasi karena masih jadi seorang siswa.

Bertujuan untuk memiliki karir yang cemerlang dengan menjadikan kuliah sebagai jembatannya memang sah sah saja, karena pada akhirnya, mereka yang berhasil menamatkan studi pasti akan masuk ke dalam dunia kerja dengan bidang yang beragam. Namun sebelum mulai memikirkan tujuan yang satu itu, sebaiknya, susun dulu rencana “tempur”-mu untuk menghadapi masa perkuliahan nanti.

Dimulai dari memilih jurusan kuliah yang paling sesuai dengan minatmu. Jika kamu berkuliah di bidang yang kamu cintai, kamu akan menjalaninya dengan sepenuh hati. Kamu tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak energi untuk dapat memahami apapun yang kamu pelajari. Karena kamu benar-benar menaruh hatimu pada program studi favorit yang kamu pilih, kamu akan bisa menghadapi beragam tantangan yang menghadang, seperti mata kuliah-mata kuliah yang membuat pusing kepala.

pusing
Ketidakmampuan mahasiswa dalam mempelajari suatu mata kuliah bisa menyebabkan stres | Photo by Inzmam Khan from Pexels

Selain itu, gunakan privilesemu sebagai mahasiswa sebaik-baiknya. Jangan hanya belajar tekun di dalam kelas dan jadi mahasiswa unggul di belakang meja. Nikmati atmosfir kampus di luar kelas. Amati kegiatan teman-teman seangkatan atau kakak-kakak seniormu di luar jam kuliah. Organisasi apa saja yang mereka ikuti? Mereka ambil bagian dalam kepanitiaan apa? Perhatikan. Tidakkah kamu tertarik untuk menjadi bagian dari keseruan yang hanya bisa kamu rasakan di masa berkuliah?

Karena masa kuliah hanya terjadi sekali – meskipun kamu berencana untuk lanjut S2 atau S3, keseruan ini tidak dapat diulang lagi, kamu berhak menikmatinya dengan ikut berbagai kegiatan kampus di luar jam kuliah. Bentuknya beragam. Kamu boleh ikut serta dalam organisasi eksekutif, badan legislatif, himpunan mahasiswa, unit kegiatan seni, keluarga keagaaman mahasiswa, dan banyak lagi yang sesuai dengan minatmu. Dengan ambil bagian dalam organisasi tersebut, kamu tidak hanya jadi mahasiswa yang unggul di dalam kelas, tetapi juga aktif di luar kelas.

Bukan hanya membentuk diri jadi mahasiswa yang lebih unggul, ikut organisasi kampus pun akan memperluas jaringan pertemananmu. Luasnya jaringan pertemanan yang kamu miliki akan sangat berpengaruh pada kekayaan relasi di masa depan. Kekayaan relasi ini akan memberikan banyak dampak positif bagi masa depanmu kelak. Terlebih jika kamu berencana untuk menjadi seorang pengusaha, yang mana network adalah komponen penting yang mesti kamu miliki.

networking
Kesempatan memiliki jaringan pertemanan yang luas adalah salah satu manfaat menjadi mahasiswa di perguruan tinggi | Photo by geralt from Pixabay

Maka jauh sebelum kamu mengukuhkan bahwa tujuanmu lanjut kuliah adalah untuk memiliki karir yang gemilang, kamu perlu meyakinkan dirimu terlebih dahulu, bahwa saat kuliah nanti, kamu akan menjadi seorang mahasiswa yang tidak biasa. Kamu harus menyusun strategi dengan baik untuk dapat menikmati banyak hal positif yang dapat kamu ambil selama kamu menjadi mahasiswa. Karena lanjut berkuliah bukan sekadar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Jadi, sesuatu yang perlu kamu pertimbangkan sesungguhnya bukanlah pertanyaan, “Apakah kamu harus lanjut berkuliah setelah belajar selama 12 tahun?” Karena banyak di antara kamu tentu akan menjawab “ya”, dengan alasan-alasan yang berkaitan dengan karir impian dan materi.

Lain halnya jika kamu dihadapkan dengan situasi, di mana kamu harus mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua. Namun jangan khawatir, jangan berputus asa jika kamu melihat bahwa kondisi keuangan kedua orang tuamu tidak terlalu memadai. Banyak beasiswa ditawarkan oleh beragam institusi agar kamu dapat menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa mengeluarkan biaya. Kuncinya hanyalah dirimu yang amat bersungguh-sungguh menyelesaikan studi tanpa membebani pundak kedua orang tua.

Maka, jika kamu merasa bahwa kamu perlu melanjutkan kuliah setelah 12 tahun belajar, bentuklah sebuah tekad bahwa pendidikan lanjutanmu yang satu ini tidak hanya akan mengantarkanmu pada karir dan masa depan yang baik. Bentuk sebuah keyakinan terlebih dahulu, bahwa pendidikan tinggimu ini akan mengasahmu menjadi seorang manusia unggulan, yang memiliki hak untuk berpikir kritis dan menjadi agen perubahan. Kelak, dirimu yang telah unggul ini akan menjadi penyokong gemilangnya masa depan yang akan kamu sambut sendiri suatu hari nanti.


Featured image credit: rido/123RF.COM


Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup