Kamu yang sebentar lagi lulus dan melanjutkan hidupmu sebagai mahasiswa, pasti mendambakan banyak hal. Dimulai dari berhasil meraih nilai gemilang di tiap mata kuliah, jadi mahasiswa populer yang punya banyak teman karena ikut organisasi, mendapatkan banyak pengalaman melalui kegiatan yang kamu ikuti, hingga lulus tepat pada waktunya atau bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Untuk dapat membuat segala rencana yang kamu susun berhasil, kamu memerlukan strategi yang sangat baik, yang mesti kamu pikirkan bahkan sejak sebelum memilih jurusan kuliah. Terlebih bagi kamu yang bercita-cita untuk dapat lulus tepat waktu, kamu memerlukan perencanaan matang sejak sekarang, sejak statusmu masih seorang calon mahasiswa.

Apa saja kira-kira tips untuk calon mahasiswa sepertimu yang bercita-cita untuk dapat lulus tepat waktu saat jadi mahasiswa nanti?

1. Pilih Jurusan yang Kamu Sukai

Pertimbangkan dengan baik, kira-kira, kamu akan melanjutkan kuliah di bidang apa? Jurusan apa yang menarik minatmu? Kamu harus memilih jurusan yang benar-benar kamu sukai dan cintai. Sebab menyelesaikan kuliah tepat waktu dan rapi selama empat tahun, bukan perkara yang cukup mudah jika kamu tidak terlalu mencintai studi yang kamu jalani.

Untuk dapat lulus kuliah tingkat sarjana, kamu tidak dihadapkan dengan serangkaian ujian tertulis seperti UN dan US, yang hanya dengan belajar saja, kamu dapat menghadapinya. Kamu juga belum tentu lulus bersama dengan teman-temanmu, seperti di SMA, di mana kalian menghadapi ujian akhir bersama-sama. Di dunia perkuliahan, kamu akan sendirian berhadapan dengan tugas akhir berbentuk makalah yang lain dari biasanya, yang bernama skripsi.

Pengerjaan skripsi inilah yang membutuhkan dedikasi dan komitmenmu yang sifatnya jangka panjang. Mengerjakan skripsi tidak cukup 1-2 minggu, seperti kamu mengerjakan tugas makalah sekolah pada umumnya. Kamu harus memilih tema yang belum pernah dibahas sebelumnya terlebih dahulu, menunggu apakah tema atau judul skripsimu diterima, lalu mulai mengerjakan skripsi dengan serangkaian revisi dari dosen.

Jika kamu berkuliah di jurusan yang tidak kamu cintai, kamu akan kesulitan menyelesaikan setiap mata kuliah yang ada dan kesusahan berhadapan dengan skripsinya. Oleh karena itu, saat kamu diberikan kesempatan untuk memilih dua jurusan saat mendaftar SNMPTN dan SBMPTN, pilihlah dua jurusan yang benar-benar kamu sukai. Meskipun kamu saat ini hanya mengincar satu jurusan, jangan isi jurusan satunya secara asal. Pilih yang setidaknya kamu sukai untuk jurusan di pilihan kedua.

Kalau kamu memang tidak menyukai jurusan lain selain jurusan di pilihan pertama, sebaiknya, kosongkan saja jurusan di pilihan kedua. Kalau kamu malah diterima di jurusan pilihan kedua yang tidak terlalu kamu suka, dan kamu terpaksa kuliah di jurusan itu daripada menganggur atau mengulang tahun depan, kamu akan kesulitan berhadapan dengan berbagai mata kuliah yang ada. Sebab faktanya, banyak mahasiswa yang berkuliah di jurusan pilihan kedua yang sebenarnya tidak terlalu mereka suka, cukup mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan dalam belajar itulah yang akan memiliki dampak pada keterlambatan kelulusan.

2. Pastikan Kamu Memiliki Skill yang Dibutuhkan untuk Masuk ke Jurusan yang Kamu Pilih

Meskipun kamu akan mempelajari banyak hal baru di tempat kuliah dan kamu akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari sesuatu dari nol, kamu harus memiliki skill dasar yang dibutuhkan, agar dapat mengikuti setiap mata kuliah dengan lancar. Biasanya sesuatu yang menghambat mahasiswa lulus tepat waktu adalah karena ia kesulitan dalam hal pembelajaran di kampus. Hal itu tentu berkaitan dengan kemampuan dasar yang belum dimiliki oleh mahasiswa tersebut.

Contohnya, jika kamu berencana untuk berkuliah di jurusan Penerjemahan Bahasa Arab-Bahasa Indonesia (Tarjamah), kamu harus memiliki skill dasar berbahasa Arab dan Indonesia yang bagus. Sehingga ketika kamu mengambil studi Tarjamah, kamu tinggal fokus mempelajari dan mengasah kemampuan penerjemahanmu. Kamu tidak lagi disulitkan dengan pelajaran dasar bahasa Arab dan Indonesia.

Contoh lainnya lagi adalah jika kamu berminat untuk melanjutkan kuliah di bidang bahasa asing non-Inggris, seperti bahasa Jerman, Perancis, Rusia, Belanda, Jepang, Mandarin, atau Korea. Meski kamu berkesempatan untuk mempelajari bahasa asing tersebut dari nol, tetapi ada baiknya jika sejak awal kamu mengikuti kursus bahasa asing tambahan di luar jam kuliah. Karena ikut kursus bahasa asing tambahan di tempat les akan menguatkan pengetahuan kosakatamu dan membuat tata bahasamu menjadi semakin baik.

Sebab di tempat kuliah, pelajaran dasar mengenai bahasa asing cukup terbatas. Kamu akan segera dihadapkan dengan berbagai mata kuliah yang menuntut penerapan bahasa asing tersebut. Contohnya, kamu akan berhadapan dengan mata kuliah Kritik Karya Sastra, yang pengantarnya menggunakan bahasa asing jurusanmu, dan kamu akan sulit menghadapinya jika kosakatamu belum kaya dan tata bahasa asingmu belum cukup baik.

3. Aktif di Organisasi Boleh-Boleh Saja, Asalkan Kuliah Tetap Menjadi Prioritas Utama

kuliah adalah prioritas
Photo by Tirachard Kumtanom from Pexels

Kamu sebagai calon mahasiswa tentu merasa belum menjadi mahasiswa seutuhnya jika belum ikut organisasi atau kepanitiaan acara kampus. Hal itu memang ada benarnya, karena mahasiswa tidak hanya dituntut untuk cemerlang di dalam kelas, tetapi juga gemilang di luar kelas. Kamu tentu boleh ikut organisasi kampus seperti BEM, BPM, atau organisasi lainnya. Namun ingat, jangan sampai kegiatan keorganisasian menghambat jalanmu untuk lulus.

Aktif boleh, tetapi sampai mengabaikan kewajiban untuk belajar jangan. Banyak mahasiswa yang terlalu larut dalam kegiatan di luar kelas, sehingga kehilangan fokus untuk menyelesaikan studi. Jangan sampai karena kamu terlalu menikmati menjadi pengurus organisasi A, pemimpin himpunan B, panitia acara C, atau penanggung jawab acara D, kamu jadi lupa bahwa tenggat masa kuliahmu hampir habis. Kejadian mahasiswa yang terancam DO karena tidak fokus berkuliah dan malah sibuk organisasi itu bukan mitos, lho! Cukup aktif di dalam 1-2 organisasi, dan bagi waktumu sebaik mungkin, sehingga kamu tahu, kapan kamu harus belajar, mengerjakan tugas, rapat, dan ikut acara kampus.

4. Berkonsultasi dengan Kakak Kelas Semasa SMA yang Akan Segera Menggarap Skripsi

konsultasi dengan kakak kelas
Sumber gambar: ferli/123RF.COM

Kamu bisa mulai mengenal medan perkuliahan dengan melalukan konsultasi bersama kakak-kakak kelasmu di SMA yang sekarang sudah memasuki semester atas di tempat kuliahnya. Biasanya, mereka sudah duduk di semester empat saat kamu sedang menikmati semester terakhirmu di kelas 12. Kamu bisa menanyakan banyak hal pada mereka. Dimulai dari apa yang mereka dapat selama dua tahun berkuliah di sana, kiat-kiat membagi waktu belajar dengan jadwal kegiatan organisasi, hingga seberapa sulit mata kuliah yang mereka hadapi.

Petunjuk yang kamu dapatkan dari kakak-kakak kelasmu sedikit banyak akan memberikanmu gambaran utuh mengenai dunia perkuliahan. Mengenal dunia perkuliahan dengan baik, bahkan sebelum kamu memulai masa berkuliah itu sendiri, akan membantu banyak dalam menyusun strategi “cepat lulus”. Kamu jadi tahu, bagaimana menghadapi mata kuliah A, menyelesaikan mata kuliah B, serta ikut organisasi C tanpa menghambat studi. Jika kegiatan perkuliahan dan keorganisasianmu berjalan lancar, kelak hal itu akan membantumu untuk lulus tepat waktu.

Itulah keempat tips untuk kamu, para calon mahasiswa, yang punya angan-angan saat kuliah nanti ingin lulus tepat pada waktunya. Tentu bukan hanya kamu yang mendambakan hal ini, tetapi juga kedua orang tuamu. Lulus tepat waktu sedikit banyak dapat memberimu lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan diri selesai kuliah nanti. Ingat, dimulai dari memilih jurusan kuliah yang sangat kamu sukai ya!

Featured image credit: SAMORN TARAPAN/123RF.COM

Audrey D. Alodia
Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar