Kamu memiliki minat tinggi terhadap budaya dan bahasa Jepang sejak dulu: kamu suka nonton Naruto, membaca One Piece, menyanyikan lagu-lagu L’arc en Ciel, atau makan sushi. Sehingga, kamu mantap memilih Sastra Jepang sebagai jurusan untuk kuliah nanti.

Eits, tunggu dulu, calon mahasiswa.

Apakah kamu yakin memilih Sastra Jepang? Apakah kamu yakin siap menghadapi perkuliahan di jurusan tersebut? Apakah kamu sudah tahu apa saja yang harus kamu siapkan sebelum mulai mempelajari bahasa dan budaya negeri Sakura tersebut?

Kalau jawabanmu ‘lumayan’ atau ‘belum terlalu’, yuk cari tahu apa saja yang harus kamu tahu sebelum memutuskan mengambil Jurusan Sastra Jepang!

#1 Banyak Baca untuk Menghafal Huruf

Japan Bookstore” by Bobby, is licensed under CC BY 2.0

Kuliah sastra memang sangat berkaitan dengan kegiatan membaca. Akan tetapi, di Sastra Jepang, aktivitas ini akan berlipat ganda manfaatnya. Kenapa? Jepang menggunakan tiga huruf yang digunakan dalam tulis-menulis: hiragana, katakana, dan kanji. Huruf-huruf ini memiliki bentuk serta bunyi yang tidak hanya bisa dipahami lewat hafalan kilat semata. Apalagi huruf kanji yang jumlahnya bisa mencapai ribuan dan seringkali memiliki aturan cara baca tertentu ketika digabungkan menjadi kosakata atau kalimat.

Memang hal dasar yang harus dilakukan adalah menghafal huruf-huruf hiragana, katakana, dan kanji tersebut. Hafalan itu kemudian harus dipraktikkan melalui kegiatan membaca supaya lebih matang lagi. Persiapan hafalan huruf ini akan sangat memudahkan kamu ketika mulai kuliah di Sastra Jepang. Bagi kamu yang sudah punya hobi ini sejak awal tentunya akan sangat diuntungkan.

Cobalah eksplor perpustakaan khusus Sastra Jepang yang biasanya memiliki banyak koleksi buku-buku berbahasa Jepang, atau kamu bisa mencarinya di toko buku impor. Kamu bisa mulai dari bacaan sederhana seperti buku cerita anak-anak. Selain itu ada manga atau komik Jepang, game berbahasa Jepang, maupun lirik-lirik lagu Jepang (siapa di sini suka AKB48? 😀 ) yang bisa jadi alternatif media belajar yang menyenangkan.

Iya, belajar di Sastra Jepang itu menyenangkan, lho!

#2 Berani Bicara di Kaiwa

percakapan dalam bahasa jepang
Gambar oleh Vinson Tan dari Pixabay

Menjadi mahasiswa, terutama Jurusan Sastra, berarti kamu akan dituntut untuk akrab dengan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Ya, empat hal itu akan menjadi “sahabat” selama kuliah. Tapi tahukah kamu, cara paling efektif dalam belajar bahasa asing adalah berbicara. Iringi hobi membaca manga atau menulis cerpenmu itu dengan keberanian untuk berbicara dalam bahasa Jepang.

Ketika kuliah sastra atau bahasa Jepang, terdapat mata kuliah kaiwa atau ‘percakapan’. Di sini kamu akan berlatih membuat suatu percakapan atau mengungkapkan pendapat dan opini terhadap suatu hal menggunakan Bahasa Jepang (tentu saja!). Kadang mata kuliah ini juga berbentuk ‘drama’ kecil-kecilan, setiap orang harus berakting dalam bahasa Jepang. Tidak perlu takut salah, karena justru itulah tujuannya—kamu harus banyak melakukan kesalahan agar kamu tahu bagaimana berbahasa Jepang yang baik dan benar.

Kalau kamu suka menonton anime atau dorama (drama Jepang), kamu bisa banget nih berlatih. Coba tirukan dialog yang kamu tonton untuk membiasakan lidahmu dengan pelafalan dan intonasi berbicara dalam Bahasa Jepang.

#3 Jepang Bukan Sekadar Anime atau Manga

manga jepang
Gambar oleh ryo taka dari Pixabay

Apakah kamu salah satu calon mahasiswa yang memilih Sastra Jepang dengan alasan “menyukai anime” atau “menyukai manga”? Popularitas kebudayaan pop Jepang tidak bisa dipungkiri memang sering menjadi motivasi awal para peminat Jurusan Sastra Jepang. Selain anime dan manga, ada juga yang tertarik mengenal budaya Jepang karena game, artis idola, cosplay, dan budaya pop lainnya.

Akan tetapi, sesungguhnya dunia sastra dan budaya Jepang ja—uh lebih luas dari lingkup budaya pop saja, lho! Ketika kuliah di Sastra Jepang, kamu akan dikenalkan dengan budaya otentik Jepang lainnya secara mendalam. Upacara minum teh, ikebana, sastrawan-sastrawan besar Jepang, dan sebagainya.

Dengan mengenal dan mempelajari budaya Jepang secara lebih luas, kamu juga akan belajar memahami filosofi orang Jepang dalam kehidupan sehari-hari, lho. Hal ini juga sangat bermanfaat ketika kamu harus berinteraksi dengan orang Jepang langsung, seperti dosen native atau tamu dari Jepang yang berkunjung ke kampus.

Nah, jadi cobalah kamu eksplor lebih banyak mengenai budaya Jepang di luar budaya popnya, supaya kamu nggak terlalu zonk ketika masuk kelas mata kuliah budaya!

#4 Mendalami Budaya Sendiri

menari budaya indonesia
Gambar oleh Agus Purwoko dari Pixabay

Kuliah di jurusan Sastra Jepang, berarti kamu akan mendapatkan kesempatan besar untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang Jepang langsung. Hampir setiap universitas memiliki dosen native atau asli orang Jepang, dan tidak jarang menerima kunjungan tamu langsung dari Jepang.

Tentunya mereka memiliki rasa ingin tahu terhadap budaya kita, budaya Indonesia, sama seperti rasa tertarik kita terhadap budaya mereka. Oleh karena itu, kamu pun harus memiliki wawasan yang luas mengenai budaya Indonesia, lho! Bayangkan bagaimana awkward-nya ketika mereka bertanya tentang budaya lokal Indonesia, tapi kita sebagai warna negara Indonesia asli justru gelagapan ketika menjawabnya karena tidak tahu sama sekali, sementara kita kenal baik budaya mereka?

Berinteraksi dengan orang asing secara tidak langsung menjadikan kamu seorang duta budaya (tidak resmi) negara Indonesia. Jadi, perkaya wawasanmu dan jadilah representasi orang Indonesia yang baik, ya!

#5 Curi Start Demi Beasiswa? Boleh Banget!

kuliah di jepang
Sumber: www.international-scholar.com

Yes, banyak sekali pintu terbuka untuk mendapatkan beasiswa ke Jepang. Institusi-institusi pendidikan Jepang banyak yang menjalin kerjasama dengan jurusan sastra atau bahasa Jepang di Indonesia. Kerjasama ini bisa berupa program beasiswa kuliah, belajar di sekolah bahasa, pertukaran mahasiswa, menjadi duta budaya Indonesia, atau program magang kerja.

Meski mayoritas kesempatan-kesempatan beasiswa tersebut baru mulai terbuka di tahun kedua dan ketiga, tapi kamu bisa banget mulai cari-cari info. Setiap Jurusan Bahasa dan Sastra Jepang di setiap universitas memiliki hubungan kerjasama yang berbeda-beda, karena itu coba cari dan tentukan, program seperti apa yang menarik minatmu?

Nah, itu dia beberapa hal yang harus kamu tahu dan bisa kamu persiapkan sebelum memutuskan kuliah di Jurusan Sastra Jepang. Setelah tahu, apakah kamu semakin mantap untuk memilih jurusan ini?

Semangat untuk kamu para calon mahasiswa!

Penulis

Alumni Sastra Jepang Unpad, lulus tahun 2019. Hobi membaca dan menonton hal-hal berbau shoujo. Hasil tulisan dan pemikirannya bisa dikunjungi dan dilihat lebih banyak di suisen10.wordpress.com.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup