Sebuah film selalu dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap pemikiran dan perasaan seseorang yang menontonnya. Hal itu dapat dibuktikan secara langsung dengan menonton sebuah film, lalu memahami apa yang kita pikirkan dan rasakan usai menonton film tersebut. Hati kita tentu dibuat berantakan setelah menonton drama romansa berakhir luka seperti A Star is Born, atau bergidik ngeri sampai terbawa mimpi setelah menonton film Pengabdi Setan.

Sesekali pengaruh kuat sebuah film perlu dimanfaatkan oleh kalian, para calon mahasiswa, untuk menemukan alasan mengapa kalian harus setinggi-tingginya menggapai asa. Beberapa film pendidikan yang akan diulas berikut ini mengandung berbagai pelajaran berharga, yang dirasa sangat cocok untuk jadi motivasi dan makanan bagi jiwa.

Rekomendasi Film Pendidikan untuk Calon Mahasiswa

Negeri 5 Menara (2012)

Film pendidikan besutan Affandi Abdul Rachman ini merupakan sebuah film hasil adaptasi dari novel yang berjudul sama karya Ahmad Fuadi. Dibintangi oleh berbagai aktor dan aktris ternama seperti Ikang Fawzi, Lulu Tobing, David Chalik, Donny Alamsyah, dan masih banyak lagi, film ini merupakan sebuah karya cemerlang yang dipenuhi oleh berbagai pelajaran berhaga.

Negeri 5 Menara bercerita tentang kehidupan seorang remaja bernama Alif (Gazza Zubizareta), yang dihadapkan oleh sebuah kenyataan yang tak berjalan sesuai dengan harapan. Setelah lulus SMP, Alif bermimpi untuk dapat melanjutkan SMA di Bandung, agar kelak kesempatannya untuk melanjutkan kuliah di ITB semakin besar. Namun rupanya, Amak (Lulu Tobing) ingin Alif menimba ilmu di Pondok Madani, sebuah pesantren di Ponorogo, Jawa Timur. Meski keinginan Amak bertentangan dengan harapannya, akhirnya Alif memenuhi permintaan sang ibunda dengan berat hati.

Cerita yang tersuguh di dalam film inspiratif ini sebagian besar mengisahkan tentang kehidupan Alif di Pondok Madani dan bagaimana ia bertahan di tempat yang sebenarnya bukan jadi tujuannya. Namun sebuah sentakan yang didengarnya dari Ustad Salman, yakni Man Jadda Wa Jadda, yang berarti ‘siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil’, seolah menjadi sihir yang selalu menyuntikkan semangat bagi Alif untuk tetap teguh mengejar cita-cita.

Dengan jumlah penonton bioskop yang dilaporkan sekitar kurang lebih 700.000 orang, film Negeri 5 Menara berhasil mendapatkan nilai 7 dari skala 10 di website film IMDb.

3 Idiots (2009)

Film pendidikan ini mendulang popularitas yang sangat tinggi di tahun perilisannya. Tercatat bahwa 3 Idiots merupakan film Bollywood dengan pendapatan kotor tertinggi sepanjang sejarah, yakni US$ 90 juta. Rekor yang dibuat oleh film besutan Rajkumar Khirani ini pun masuk ke dalam daftar Guinness World Record.

3 Idiots bercerita tentang persahabatan tiga orang mahasiswa teknik yang menimba ilmu di sebuah universitas yang memiliki sistem pembelajaran dan aturan yang sangat ketat. Farhan (Madhavan) adalah seorang pemuda yang berkuliah di jurusan teknik karena keinginan orang tua, Raju (Sharman) adalah pemuda yang dipenuhi oleh rasa takut dalam hidupnya dan selalu bergantung pada jimat keluarga, dan Rancho (Aamir) adalah seorang mahasiswa cerdas yang mencintai ilmu fisika dengan hati, tetapi selalu mencari jalan untuk membelokkan aturan yang berlaku di kampus. Ketiganya memiliki ‘musuh’ yang sama, yakni Professor Viru (Boman Irani), seorang rektor kejam yang selalu memandang mereka dengan sebelah mata. Masalah pun semakin kompleks ketika Rancho bertemu dengan Pia (Kareena Kapoor), putri Professor Viru, dan jatuh cinta padanya.

Konflik-konflik yang disuguhkan dalam film 3 Idiots memiliki inti permasalahan yang sama, yakni tentang keagungan yang amat berlebihan terhadap ilmu pasti dan tekanan yang amat sangat untuk dapat sukses di bidang ilmu tersebut. 3 Idiots pun dengan sendirinya menunjukkan bahwa pandangan tersebut tidaklah benar lewat hal-hal yang Rancho lakukan pada teman-temannya. Rancho mendorong Farhan untuk mengejar cita-citanya di bidang fotografi, dan ia meyakinkan Raju untuk percaya pada dirinya sendiri dan membuang jimatnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pesan utama yang ingin disampaikan oleh 3 Idiots adalah setiap orang harus percaya pada kemampuannya masing-masing, mau berkembang sesuai dengan passion yang dimiliki, dan tidak melulu memandang ilmu sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan di masa depan untuk tujuan kekayaan.

Film pendidikan ini mendapatkan skor 8,4 dari skala 10 di website film IMDb.

Sang Pemimpi (2009)

Setelah Laskar Pelangi dirilis dan mendulang prestasi sebagai film Indonesia dengan pendapatan terbesar sepanjang masa, yakni Rp 139 miliar, lanjutan film tersebut pun dirilis setahun kemudian. Sang Pemimpi sebagai film yang diadaptasi dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini cukup memberikan atmosfir semangat yang sama seperti film pertamanya. Film ini masih menyampaikan pesan yang sama, yakni untuk tidak pernah menyerah pada mimpi yang digantungkan tinggi-tinggi.

Setelah Laskar Pelangi bercerita tentang masa kecil sang tokoh utama yang bernama Ikal (Zulfanny), Sang Pemimpi sebagai lanjutannya bercerita tentang masa-masa remaja Ikal. Di sini, Ikal remaja (Vikry Setiawan) menghabiskan masa SMA-nya bersama Arai (Rendy Ahmad), saudara jauhnya yang yatim-piatu, serta Jimbron (Azwir Fitrianto) seorang remaja yatim-piatu yang selalu gagap jika sedang gugup. Seperti remaja pada umumnya, hari-hari Ikal, Arai, dan Jimbron, diwarnai oleh berbagai ulah anak-anak muda. Namun mimpi yang Ikal dan Arai miliki membuat mereka tetap giat belajar dan kelak melanjutkan pendidikan ke Ibukota, untuk selangkah lebih dekat dengan citanya, yaitu berkuliah di Perancis.

Film pendidikan yang disutradai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana ini mendapatkan skor 6,9 dari skala 10 di website IMDb.

Spare Parts (2015)

Dibintangi oleh Jamie Lee Curtis, George Lopez, Marissa Tomei, dan masih banyak lagi, Spare Parts yang merupakan karya dari Sean McNamara ini adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata. Film ini bercerita tentang perjuangan tim robotik SMA yang dipandang sebelah mata dalam mencetak prestasi di bidang fisika. Hal menarik yang bersifat rasial di dalam film ini adalah keseluruhan anggota tim robotik yang merupakan orang-orang Hispanik. Keterlibatan orang-orang Hispanik ini benar-benar sesuai dengan peristiwa aslinya.

Film Spare Parts ini bercerita tentang empat remaja latin yang membentuk diri menjadi sebuah tim robotik SMA. Tim robotik ini ikut serta dalam lomba Marine Advanced Technology Education Robotics Competition yang diselenggarakan di Universitas California. Anak-anak SMA ini harus bersaing dengan lawan-lawan berat mereka yang berasal dari berbagai universitas favorit. Lawan terberat mereka adalah para mahasiswa dari Massachusetts Institute of Technology yang disponsori oleh ExxonMobil sebesar US$ 10.000 untuk membuat sebuah robot canggih. Sedangkan anak-anak SMA dari Phoenix ini hanya punya uang kurang dari US$ 1.000, sehingga mereka harus membuat sebuah robot dari barang-barang bekas.

Segala hal dalam film Spare Parts tidak melulu soal kompetisi, tetapi juga tentang betapa berharganya kekompakan sebuah tim dan loyalitas ikatan persahabatan. Spare Parts mendapatkan skor 7,3 dari skala 10 di website IMDb dan dirasa mampu mendongkrak semangat berkompetisimu di penghujung masa SMA.

The Blind Side (2009)

Film pendidikan yang diangkat dari kisah hidup seorang bintang football Amerika yang bernama Michael Oher ini dirasa dapat menyuntikkan semangat untukmu. Merupakan karya dari John Lee Hancock dan dibintangi oleh Sandra Bullock serta Quinton Aaron, The Blind Side akan mengubah cara pandangmu tentang kecerdasan dan kelebihan seorang manusia.

The Blind Side bercerita tentang Michael Oher (Quinton Aaron) di masa remaja. Ia adalah seorang pemuda kulit hitam bertubuh besar yang sangat pendiam. Kekurangan Michael Oher yang disoroti saat itu adalah IQ-nya yang amat rendah, sehingga Michael Oher selalu kesulitan dalam memahami sesuatu. Banyak orang memandangnya sebelah mata, hingga suatu hari Nyonya Tuohy (Sandra Bullock) mengangkatnya sebagai anak. Nyonya Tuohy yang melihat kelebihan Oher dari segi postur pun mengikutsertakannya ke dalam tim football sekolah. Namun Oher tidak mengalami kemajuan, karena selama latihan berlangsung, Oher terlihat tidak mengerti apa-apa dan tidak mau menyerang lawannya.

Setelah dilakukan serangkaian tes, rupanya Oher memiliki kecerdasan yang tidak diduga. IQ-nya memang sangat rendah, tetapi naluri menjaganya sangat tinggi, yakni mencapai 98%. Itulah sebabnya Oher selalu menjadi seorang pemuda yang segan untuk menyerang dan senantiasa melindungi orang-orang disekitarnya. Karir gemilang Oher pun dimulai saat Nyonya Tuohy memberikannya penjelasan, bahwa rekan setim football-nya adalah keluarganya, dan keluarga wajib dilindungi. Sejak saat itulah Oher mulai mencetak prestasi gemilang di dunia football.

Hikmah yang ingin disampaikan dalam film ini adalah tentang kecerdasan setiap manusia yang tidak melulu dapat diukur berdasarkan IQ-nya. Tentu ada hal lain, yang tidak hanya sebatas IQ, yang mampu membuat seseorang menjadi invidu yang superior. The Blind Side mendapatkan skor 7,7 dari skala 10 di website film IMDb.

Itulah kelima film pendidikan penuh pelajaran berharga yang direkomendasikan penuh untuk kamu tonton saat semangat mulai mengempis. Kelima film ini pada dasarnya mengajarkan hal yang sama, yaitu mendorong setiap orang untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri dan tak pernah menyerah pada harapan dan cita-cita yang selalu terpanjat dalam setiap doa.

Untukmu calon mahasiswa di manapun kalian berada, tetaplah bersemangat dalam menggapai cita-cita!


Diolah dari berbagai sumber
Penulis: Audrey D. Alodia
Editor: Adnan Syafi’i

Audrey D. Alodia
Penulis

Alumni Sastra Jerman Universitas Padjadjaran. Senang menulis, menonton serial, dan mengamati kepribadian orang. Sedang jatuh cinta pada ASMR.

Berikan Komentar