Saya kuliah S1 selama 7 tahun di salah satu universitas negeri.

Namun, setelah lulus, saya tidak bisa bekerja di bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya.

Pernah saya mengikuti test menjadi penerjemah Arab-Indonesia, ternyata dari 20 halaman yang harus diterjemahkan dalam waktu tertentu, ternyata saya hanya mampu menerjemahkan sekitar 1-2 halaman saja. Itu pun saya tidak tahu terjemahan saya benar atau tidak, hehe.

Nah, kembali ke pertanyaan: “Mengapa banyak lulusan perguruan tinggi yang menganggur?”

Jawaban saya: “Karena mereka tidak bisa bekerja.”

Pertanyaan berikutnya: “Mengapa mereka tidak bisa bekerja?”

Jawaban saya berikutnya: “Penyebab mereka tidak bisa bekerja, salah satunya, karena mereka tidak memiliki skill yang dibutuhkan di dunia kerja.

frustasi menganggur
Photo by Inzmam Khan from Pexels

Pertanyaan lanjutan: “Mengapa mereka tidak memiliki skill yang dibutuhkan di dunia kerja?”

Jawab saya lagi: “Karena mereka selama ini hanya mempelajari hal-hal yang sudah tidak lagi dipakai di dunia kerja, atau mereka hanya berfokus menghapal teori, dan bukan membentuk keahlian.

Pertanyaan terakhir: “Jadi, apa yang harus dilakukan agar lulusan perguruan tinggi bisa segera terserap di dunia kerja dan tidak melulu menjadi beban orang tua?”

Solusi dari saya: Baik pihak kampus maupun mahasiswa, kedua-duanya harus berusaha mengatasi masalah ini.

Dari pihak kampus, kampus harus melakukan penelitian terhadap alumni dari setiap jurusan, dalam waktu 1 tahun setelah kelulusan, berapa persentase alumni yang masih menganggur dan berapa persentase yang mendapat pekerjaan.

Kalau ada jurusan yang persentase pengangguran di kalangan alumninya tinggi, itu bisa jadi indikasi bahwa kurikulum di jurusan tersebut harus segera direvisi sehingga alumni berikutnya memiliki kemampuan yang dibutuhkan di dunia industri saat ini.

Dari pihak mahasiswa, mahasiswa harus sadar bahwa dunia kerja hanya mencari mereka yang punya skill hebat dan terupdate sekaligus memiliki attitude yang baik.

Dunia kerja mencari mereka yang punya skill hebat dan terupdate + attitude yang baik. Click To Tweet

Jadi, jangan hanya menghafal teori, tetapi juga harus bekerja keras membentuk skill sekaligus meningkatkan attitude (sikap, tingkah laku, adab kesopanan).

Jadi, buat kamu yang saat ini masih calon mahasiswa atau sudah kuliah, mohon diingat hal-hal berikut:

Hafal teori bisa mengantarkan kamu memiliki IPK tinggi.

IPK tinggi bisa mengantarkan kamu ke ruang interview.

Attitude yang baik + skill mumpuni bisa mengantarkan kamu mendapat pekerjaan.

Nah, sampai sini, kamu sudah tahu kan apa yang harus dilakukan supaya tidak menganggur setelah lulus kuliah nanti? 🙂

Penulis

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Melalui CalonMahasiswa.com membantu calon mahasiswa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Berikan Komentar

Artikel ini Bermanfaat?

Jika ya, silakan bagikan ke teman-teman kamu, ya!
▸tutup